Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan kondisi Bank Muamalat makin sehat setelah mendapatkan suntikan dana dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan kondisi Bank Muamalat makin sehat setelah mendapatkan suntikan dana dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Untuk sementara ini, memang baru pengelola dana haji, ya, dari BPKH. Sekarang sudah sehat," kata Wapres dalam keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wapres (Setwapres) yang diterima di Jakarta, Jumat (21/1).

Wapres mengatakan bahwa pemberian suntikan dana terhadap Bank Muamalat merupakan salah satu solusi untuk menyehatkan kondisi bank syariah tersebut.

"Langkah yang diambil sekarang adalah bagaimana melakukan penyehatan Bank Muamalat supaya sehat. Salah satunya itu perlu ada suntikan karena investor yang dari luar negeri itu tidak menambah modal," katanya.

Dengan adanya suntikan dana dari BPKH tersebut, Wapres berharap ke depan Bank Muamalat akan mendapat makin banyak investor sehingga kondisi lembaga keuangan syariah tersebut makin baik.

"Ke depannya diduga akan banyak investor akan masuk ke Bank Muamalat. Jadi, ini 'kan BPKH itu baru mengawali, saya kira begitu," ujarnya.

Ma’ruf Amin dikutip Antara yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) telah mendapatkan laporan tentang kondisi Bank Muamalat tersebut.

"Bank Muamalat sebenarnya sudah sehat, itu kemarin laporan yang saya terima. Sudah sehat karena sudah dilakukan langkah-langkah," ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan BPKH mengucurkan dana sebesar Rp3 triliun ke PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (BMI) sehingga menjadikan lembaga tersebut menjadi pemegang saham utama.

BPKH mengakuisisi Bank Muamalat dengan keikutsertaan dalam rights issue senilai Rp 1 triliun. Komitmen memperkuat permodalan tersebut, kemudian dengan pembelian sukuk subordinasi senilai Rp2 triliun dengan expected return 9 persen.