PM Inggris terancam mendapat mosi tidak percaya jika setidaknya 54 anggota parlemen dari partainya

Pesta ulang tahun Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson di tengah kebijakan lockdown ketat berbuntut penyelidikan. Pesta tersebut diketahui berlangsung di kantor perdana menteri Inggris di Downing Street pada Juni 2020. 

Saluran televisi Inggris ITV pada Senin (24/01) melaporkan, tunangan Johnson saat itu, Carrie Symonds yang kemudian menjadi istrinya, menyelenggarakan pesta kejutan untuk ulang tahunnya yang ke-56 pada 19 Juni 2020 dengan dihadiri sekitar 30 staf.

Laporan ITV juga mengatakan, mereka yang hadir di Ruang Kabinet, sebuah ruang pertemuan di Downing Street No 10, termasuk seorang desainer interior yang bekerja di flat perdana menteri tetapi bukan anggota stafnya, Lulu Lytle.

Diduga bahwa Symonds dan Lytle menghadiahi Johnson dengan kue dan stafnya menyanyikan lagu selamat ulang tahun di pesta yang berlangsung sekitar setengah jam.

Berdasarkan aturan yang berlaku saat itu, pertemuan sosial hanya diizinkan maksimal 6 orang di luar. Namun Downing Street berdalih, staf berkumpul sebentar setelah rapat dan Johnson hadir kurang dari 10 menit.

Mereka juga membantah tuduhan kedua bahwa Boris Johnson mengadakan pesta terpisah malam itu dengan teman-teman keluarga, dengan mengatakan dia bertemu sejumlah kecil anggota keluarga di luar.

Para kritikus menuduh Johnson berbohong kepada parlemen tentang apa yang dia ketahui sehubungan dengan pesta-pesta mabuk yang diadakan di Downing Street, yang jelas-jelas melanggar aturan Covid pemerintahnya sendiri selama dua tahun terakhir.

Mantan ajudan terdekat Johnson, Dominic Cummings, memperingatkan di blognya pada Senin bahwa cerita-cerita merusak lainnya akan keluar sampai dia (Johnson) pergi.

PM Inggris terancam mendapat mosi tidak percaya jika setidaknya 54 anggota parlemen dari partainya mengajukan surat yang menyerukan hal ini.

Sementara pihak Kepolisian Metropolitan London juga turun tangan menyelidiki dugaan pesta yang dilakukan Johnson di tengah kebijakan lockdown ketat.

"The Met sekarang sedang menyelidiki sejumlah peristiwa yang terjadi di Downing Street dan Whitehall dalam dua tahun terakhir sehubungan dengan potensi pelanggaran peraturan Covid-19," ujar Komisaris Polisi Metropolitan Cressida Dick.

Ia mengatakan pihaknya tengah menyelidiki dan tidak akan memberikan komentar terkait penyelidikan tersebut. Namun, dia memastikan pihaknya akan terus memberikan perkembangan.

"Saya harus menekankan bahwa fakta bahwa kami sekarang sedang menyelidiki tentu saja tidak berarti bahwa pemberitahuan hukuman tetap (denda) harus dikeluarkan di setiap contoh dan untuk setiap orang yang terlibat," kata Dick kepada Komite Polisi dan Kejahatan Majelis.

"Kami tidak akan memberikan komentar tentang penyelidikan kami saat ini. Tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami akan memberikan pembaruan pada poin-poin penting seperti yang biasanya kami lakukan," tuturnya.