Saat keliling Jawa Timur (Jatim), Ketua DPR Puan Maharani menyempatkan diri mampir pabrik minyak goreng milik Konglomerat Martua Sitorus. Dia minta produksi digenjut agar tak terjadi kelangkaan.

Begitu menjejakkan kaki di PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) di Kabupaten Gresik, Jatim, Mbak Puan tegas saja menyampaikan uneg-uneg kepada pimpinan perusahaan. Tolong ditingkatkan produksi minyak goreng agar tidak terjadi panic buying di masyarakat.

Mbak Puan, saat kunjungan kerja ke produsen migor bermerek Sania dan Fortune itu, langsung menanyakan ihwal kelangkaan kepada manajemen Wilmar. Selanjutnya, Puteri Ketua UMUM PDIP Megawati ini, berkeliling ke lingkungan perusahaan dan meninjau fasilitas consumer pack (CPC).

Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Brandes, mengatakan, saat ini banyak produsen minyak goreng skala mikro, hingga menengah gulung tikar. Akibat tidak mampu membeli bahan baku yang mengalami kenaikan harga. Kejadian ini berdampak kepada produksi minyak goreng secara nasional, mengalami fluktuasi.

"Kepada ibu Ketua DPR RI kami menyampaikan bahwa saat ini masih terjadi panic buying di pasaran sehingga begitu ada minyak datang langsung diborong. Kondisi ini harus dicarikan solusi agar masyarakat tidak membeli minyak dalam jumlah yang besar untuk disimpan," kata Ridwan, dikutip dari Antara, Jumat (4/3/2022).

Ridwan memastikan, bahwa produksi minyak goreng di PT Wilmar masih normal, dan tidak terjadi gejolak. "Kami sampaikan kepada beliau jika saat ini produksi berjalan normal. Ibu Ketua DPR RI berjanji memberikan dukungan penuh kepada kami,” ujar Ridwan.

Menyambut Bulan Puasa yang tinggal sebulan, kata dia, PT Wilmar telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengamankan produksi. Mulai dari memesan CPO, bahan baku, bahan pendukung hingga pengemasan sejak sejak jauh hari.  “Kami sudah persiapkan secara matang dari hulu ke hilir. Bahkan menjelang puasa ini, produksi kami mencapai 1.700 ton per hari," kata Ridwan.