Ternyata, kaum petani saat ini, sangat merasakan kerja nyata dari Menteri BUMN Erick Thohir, cukup membantu mereka. Jadi bukan menteri lain yang bekerja lho.

Disampaikan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mulia Tani dari Situbondo, Jawa Timur, H Asnawi Hasan, kinerja Menteri Erick tak ada duanya. Cukup memudahkan petani serta memajukan pertanian Indonesia.

Asnawi mengaku merasakan langsung bagaimana kerja nyata menteri terbaik Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, terhadap kemajuan industri pertanian di Indonesia.

"Erick Thohir memajukan petani Indonesia. Terima kasih Pak Erick Thohir," ujar Asnawi, dikutip Senin (28/3/2022).

Rupanya Asnawi kesengsem dengan  salah satu program unggulan Menteri Erick, yakni kredit usaha rakyat (KUR) dari Himpunan Bank Negara (Himbara). Selama ini, program KUR yang dijalankan bank-bank BUMN, cukup memudahkan petani yang kebanyakan masih 'kurang melek' literasi keuangan.

Menteri Erick yang juga Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini terus mendorong bank-bank pelat merah, yakni  dari BRI, BNI, Mandiri dan BTN, untuk mempermudah masyarakat dalqm mendapatkan bantuan pendanaan agar bisa lebih mandiri dan sejahtera.

Alhasil, realisasi penyaluran KUR dari sejumlah Bank Himbara sepanjang 2021 mencapai Rp281,86 triliun. Capaian ini semakin meyakinkan Asnawi akan komitmen dan konsistensi Menteri Erick dalam mendukung kemajuan masyarakat.

Sehingga, Asnawi dan seluruh petani yang tergabung dalam Gapoktan Mulia Tani mengapresiasi tinggi kinerja Menteri Erick dalam mengupayakan peningkatan ekonomi para petani.

"Saya selaku petani sangat banyak berterima kasih, atas kepemimpinan Bapak Erick Thohir, juga kepada BRI," terang petani yang berusia 68 tahun ini.

Selanjutnya, Asnawi menilai Menteri Erick merupakan sosok pemimpin yang tegas, berani dan bersih. Ketiga poin tersebut diyakini Asnawi sangat dimiliki oleh Erick Thohir, yang selalu tercermin dalam upayanya membantu dan menyejahterakan masyarakat Indonesia. "Pak Erick Thohir itu bersih dan menyejahterakan masyarakat kecil khususnya," tutup.

Asnawi benar. Keberpihakan Menteri Erick terhadap petani, sudah terbukti. Dirinya mencetuskan ide 'perkawinan' program Makmur dari PT Pupuk Indonesia dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 “Tujuannya supaya para petani semakin sejahtera dengan cara dapat pendanaan, kemudian dapat pupuk, kemudian kalau gagal panen dikasih asuransi, kemudian juga dana pengelolaan lahan, kemudia ada yang beli, ada offtakernya,” disampaikan Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, beberapa waktu lalu. 

Arya mengatakan, program Makmur merupakan salah satu upaya dan solusi yang diinisiasi pemerintah kepada petani untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari usaha tani. 

Makmur menjadi solusi bagi petani lantaran program ini merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan segala bentuk kebutuhan pertanian, mulai dari project leader, pihak asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker, dan pemerintah daerah.

Dikatakan Arya, program Makmur mampu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi oleh para petani. Adapun keluhan yang sering dikeluarkan petani adalah ketersediaan pupuk.

Melalui program Makmur ini, Arya memastikan, pasokan pupuk untuk petani lebih terjamin, apalagi pupuk yang dimanfaatkan merupakan non subsidi atau komersil.

 “Pak Erick itu meminta perbankan BUMN seperti BRI dan lainnya dipakai sebagai yang menanggulangi pendanaannya, supaya ada perubahan di pertanian kita, dan sudah pasti kita menyarankan tidak pakai pupuk subsidi, karena dari pupuk non subsidi ini diharapkan hasil produktivitasnya naik 40%-60% dibandingkan biasanya,” kata Arya.

Informasi saja, program Makmur  diluncurkan pada Agustus 2021, program ini telah diikuti oleh 50.054 orang petani dan terlaksana di atas lahan seluas 71.612 hektar sampai akhir 2021. 

Program Makmur mampu meningkatkan produktivitas komoditas jagung sebesar 34,91% dan padi sebesar 33,71%, sementara dari sisi penghasilan atau keuntungan petani jagung naik 48,07% dan padi naik 44,92%.