Dugaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tentang praktik kartel minyak goreng yang memicu kelangkaan mulai menemui temuan baru. Apa itu?

Direktur Investigasi KPPU, Gopprera Panggabean bilang, pihaknya telah menyelidiki permasalahan lonjakan dan kelangkaan minyak goreng di Indonesia sejak 26 Januari 2022. 

Gopprera mengatakan, sebelum masalah kelangkaan minyak goreng yang terjadi di dalam negeri sempat diadakan pertemuan antara asosiasi produsen minyak goreng.

Menurut Gopprera, asosiasi produsen minyak goreng mengatakan, mereka mengadakan pertemuan untuk membahas soal peraturan soal minyak goreng yang dikeluarkan pemerintah, bukan membahas soal produksi sampai harga minyak goreng.

“Tapi fakta di lapangan kan kita lihat pasca ada peraturan perubahan itu kan ada yang terjadi di pasar. Sama-sama mulai hilang pasokan, merk-merk terkenal nggak kelihatan lagi atau berkurang. Setelah dicabut (HET), (minyak goreng) kemasan itu tiba-tiba banjir kan,” kata Gopprera, dikutip dari kumparan, Senin (28/3/2022).

Selain itu, Gopprera melihat juga ada perilaku yang tak wajar ketika HET dicabut, minyak goreng yang tadinya langka langsung tersedia di pasaran.

Gopprera mengatakan, KPPU belum mengambil kesimpulan apakah pertemuan tersebut ada kaitannya dengan pergerakan tak wajar minyak goreng di pasaran. Menurutnya perlu ada pendalaman lebih lanjut lagi.

“Tapi nanti kita akan lihat apakah ada kaitannya ini dengan di lapangan, meskipun dari keterangan mereka tidak membahas harga produksi, itu keterangan yang kita peroleh,” ujarnya.

Terbaru, KPPU telah menemukan alat bukti yang mengarah pada dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Investigasi KPPU pun kini masuk menjadi tahap penyelidikan.

Saat ditanya alat bukti tersebut, Gopprera tak mau buka-bukaan. Hanya dikatakan, bukti tersebut berupa dokumen dan keterangan dari pihak terkait yang mengarah pada perilaku pasar yang tak wajar, seperti pergerakan harga yang dilakukan serempak.

"Saya tidak buka semua, karena kita khawatir apa yang kita sampaikan menghalangi penyelidikan kita. Jangan sampai mereka jadi tahu apa yang kita cari, begitu mereka tahu apa yang mau kita cari takutnya mereka bisa antisipasi,” pungkasnya.