Tiga hari setelah invasi dimulai pada 24 Februari, Ukraina mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional di Den Haag, menuduh Rusia 'merencanakan tindakan genosida.'

Presiden Volodymyr Zelensky menuding Rusia melakukan genosida dan berusaha melenyapkan 'seluruh bangsa' Ukraina, sehari setelah penemuan kuburan massal dan dugaan membunuh puluhan warga sipil di dekat Kyiv.

"Ini adalah genosida. Penghapusan seluruh bangsa dan rakyat," kata Zelensky kepada program CBS Face the Nation, menurut transkrip yang disediakan oleh jaringan tersebut, Minggu (03/04/2022), dikutip dari AFP.

"Kami adalah warga Ukraina. Kami memiliki lebih dari 100 kebangsaan. Ini tentang penghancuran dan pemusnahan semua kebangsaan ini," kata Zelensky.

Tiga hari setelah invasi dimulai pada 24 Februari, Ukraina mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional di Den Haag, menuduh Rusia 'merencanakan tindakan genosida.'

Dalam wawancara yang disiarkan pada hari Minggu -- setelah rekaman ditayangkan di seluruh dunia tentang mayat-mayat sipil yang mengotori jalan-jalan kota Bucha dekat Kyiv, dan seorang pejabat Ukraina mengatakan 280 mayat dikuburkan di kuburan massal di sana -- Zelensky tampaknya melangkah lebih jauh.

"Kami adalah warga Ukraina dan kami tidak ingin tunduk pada kebijakan Federasi Rusia. Inilah alasan kami dihancurkan dan dimusnahkan," kata Zelensky, menurut transkrip CBS.

"Dan ini terjadi di Eropa abad ke-21. Jadi ini adalah siksaan bagi seluruh bangsa," tambahnya.

Pada saat yang sama, Zelensky menekankan tidak punya pilihan selain mengesampingkan perasaan marah dan mengejar dialog damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Sulit untuk mengatakan bagaimana, setelah semua yang telah dilakukan, kita dapat melakukan negosiasi apa pun dengan Rusia. Itu pada tingkat pribadi, tetapi sebagai presiden saya harus melakukannya," katanya.

Namun, kata Zelensy, setiap negosiasi akan bergantung pada gencatan senjata. Ia mendorong gencatan senjata dengan Rusia agar dialog dengan Putin bisa segera terlaksana.

"Pada suatu saat akhir perang akan datang, dan setelah kita membahas jaminan keamanan bersama dan status non-blok yang netral tetapi menjaga kedaulatan kita, tentara yang kuat," ujarnya.

Sebelumnya pasukan Ukraina mendapati kondisi horor usai pasukan Rusia sempat menguasai sejumlah wilayah di kota sekitar Kyiv. Banyak mayat warga sipil yang terbunuh di sejumlah wilayah Kyiv.

Reporter AFP melihat setidaknya ada 20 jenazah yang semuanya menggunakan pakaian warga sipil, terlantar di jalan Kota Bucha di dekat ibu kota. Sebanyak tiga dari mereka diikat di sepeda, sementara yang lain tergeletak di sebelah mobil yang dipenuhi peluru.

Ada pula satu orang yang tangannya diikat di belakang tubuh, ditemani paspor Ukraina yang terpampang di sebelah jasadnya.

"Mereka semua ditembak," kata Wali Kota Bucha, Anatoly Fedoruk. 

Ia juga menyatakan ada 280 jenazah lain yang dikubur di kuburan massal kota tersebut.