Untuk itu, Muslim berharap agar PDIP perlu mengusulkan agar Luhut Pandjaitan sebagai motor penggeraknya agar dicopot, juga posisi Pratikno harus dievaluasi karena keteledorannya

Langkah tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam rangka menolak wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden diharapkan tidak sebatas mencecar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. 

Lebih dari itu, banteng moncong putih juga harus mengusulkan agar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dicopot.

Harapan ini disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, Selasa (05/04/2022).

Dia mengingatkan, jawaban Mensesneg Pratikno saat dicecar oleh anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Ihsan Yunus soal Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang mendeklarasikan dukungan Presiden Joko Widodo tiga periode terkesan, cuci tangan.

"Kalau dilihat dari jawaban Mensesneg soal APDESI abal-abal dalam deklarasi dukungan 3 periode Jokowi, terkesan cuci tangan setelah dicecar oleh PDIP," ujarnya.

Menurut Muslim, acara APDESI yang kemudian turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa pejabat lingkaran Istana menunjukkan keteledoran yang dilakukan oleh tim Luhut yang menggoncang istana.

"Mana bisa Jokowi didukung oleh APDESI bodong dalam acara itu. Ini sangat memalukan. Ini tamparan keras buat Jokowi. Dan sangat memalukan dalam upaya Luhut Cs perpanjang jabatan Jokowi yang dipaksakan ini. Kecerobohan ini tidak bisa ditolerir," kata Muslim.

Untuk itu, Muslim berharap agar PDIP perlu mengusulkan agar Luhut Pandjaitan sebagai motor penggeraknya agar dicopot, juga posisi Pratikno harus dievaluasi karena keteledorannya.

"Bagaimana mungkin Kemensesneg dan tim Luhut mengakomodir Apdesi yang illegal?" pungkas Muslim.