Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz menghubungi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas lewat sambungan telepon

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz menghubungi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas lewat sambungan telepon, Rabu (05/04) seperti dikutip AFP.

Dalam kesempatan tersebut, Gantz kabarnya mengucapkan selamat Ramadhan dan membahas terkait situasi keamanan selama dan setelah Ramadhan.

"Menteri Gantz mengucapkan selamat bulan Ramadhan kepada Ketua (Otoritas Palestina) Abbas dan rakyat Palestina," sebut pernyataan Kemhan Israel.

Gantz juga menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan damai dan tenang. Dia menyebut bulan Ramadhan bukan periode yang ditandai dengan teror.

"Ramadhan harus menjadi bulan damai dan tenang dan bukan periode yang ditandai dengan teror," kata Gantz kepada Abbas, menurut pernyataan itu, menunjuk pada serangan mematikan baru-baru ini di Israel.

Tahun lalu selama Ramadhan, bentrokan yang berkobar antara pasukan Israel dan warga Palestina yang mengunjungi kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur menyebabkan konflik yang menghancurkan selama 11 hari antara Israel dan penguasa Islam di Jalur Gaza, Hamas.

"Israel siap untuk memperluas tindakan sipil selama dan setelah bulan Ramadhan, sesuai dengan situasi keamanan," tambah Gantz. Pernyataan itu tidak merinci langkah-langkah yang akan mempengaruhi warga Palestina.

Dia juga sempat menyampaikan "penghargaan" atas komentar Abbas tentang serangan di kota Bnei Brak dekat Tel Aviv akhir bulan lalu yang menewaskan 5 warga Israel.

Presiden Palestina Abbas sebelumnya telah mengeluarkan kecaman yang jarang terjadi atas serangan 29 Maret di mana lima orang tewas setelah seorang warga Palestina melepaskan tembakan ke orang yang lewat.

Secara keras Abbas menyebut pembunuhan itu "hanya akan menyebabkan memburuknya situasi lebih lanjut, sementara kita semua berjuang untuk itu stabilitas".

Berdasarkan laporan, sebanyak 11 orang tewas dalam serangan di Israel sejak 22 Maret, termasuk beberapa yang dilakukan oleh penyerang yang terkait atau terinspirasi oleh kelompok Negara Islam.

Selama periode yang sama, delapan warga Palestina tewas, menurut penghitungan AFP, termasuk dua penyerang dalam serangan anti-Israel dan enam orang yang dikatakan Israel telah melakukan serangan atau akan melakukannya.