Apa yang sudah dilakukan Erick juga menjadi modal untuk memimpin Indonesia. Kalau 'dikawinkan', kata Andriansyah, Anies-Erick akan menjadi 'duet maut'. Karena keduanya memiliki kelebihan dan keunggulan

Guru Besar Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Andriansyah, S.Sos, M.Si., menilai, Anies Rasyid Baswedan-Erick Thohir merupakan pasangan yang ideal menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Penilaian tersebut disampaikan Andriansyah menyikapi survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang bertajuk Trust Terhadap Institusi Politik, Isu-isu Mutakhir, dan Dinamika Elektoral Jelang Pemilu Serentak 2024. 

Dalam survei tersebut, ada empat nama pasangan calon yang dikemukakan, yaitu pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir (32,2%), pasangan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (27,4%) dan Prabowo Subianto-Puan Maharani (28,7%).

Hasil lain menunjukkan, Anies–Erick (41.1 persen) Vs Prabowo–Puan (38.9 persen). Kemudian Ganjar–Puan (33.1 persen) Vs Prabowo–Erick (47.5 persen) dan Ganjar-Anies (44.1 persen) Vs Prabowo–Erick (39.7 persen).

Lebih jauh Andriansyah mengatakan, dirinya tertarik membahas pasangan Anies-Erick mengingat keduanya memiliki banyak kelebihan yang bisa disatukan bila kelak pada Pilpres 2024 diberi amanah oleh masyarakat untuk memimpin Indonesia.

"Kalau dikategorikan, Anies-Erick Thohir adalah duet maut. Alasannya, karena keduanya memiliki kelebihan dalam bidang masing-masing. Mereka berdua masih sangat muda dan energik. Hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia," ujar Andriansyah kepada bizlaw.id pada Jumat (07/04/2022).

Dikatakan Andriansyah, sebagai akademisi, Anies memiliki pengalaman sebagai Rektor Termuda hingga Menteri Pendidikan dengan programnya yang sempat viral, Indonesia Mengajar. Sekarang, lanjutnya, Anies punya juga punya pengalaman sebagai politisi dengan jabatan poltis pertamanya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Berbeda dengan gubernur lain di seluruh Indonesia, tidak mudah menjadi gubernur DKI Jakarta. Sejauh pengamatan saya, apa yang dilakukan oleh Anies di Jakarta sangat spektakuler. Hasil kerja Anies selama memimpin, bisa kita rasakan," urai Andriansyah.

Hal lain yang layak diapresiasi dari seorang Anies adalah keberaniannya dalam mengambil keputusan dan kebijakan, semata-mata untuk masyarakat. Belum lagi prestasi yang berhasil dicapai dengan banyaknya penghargaan dari berbagai pemegang kepentingan.

"Itu menjadi modal bagi Anies, bila nanti dia jadi di-capreskan oleh partai-partai pendukung," tegasnya.

Sama halnya dengan Anies Baswedan, sosok Erick Thohir juga memiliki pengalaman yang luar biasa. Menurut Andriansyah, Erick Thohir merupakan seorang pengusaha sukses yang sering tampil di even-even nasional dan internasional.

"Sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir sudah berkerja dengan sangat baik. Kita tahu, bukan perkara mudah bagi seseorang mengelola BUMN dengan banyaknya perusahaan yang punya segudang masalah kronis. Erick berhasil memangkas dan menyatukan beberapa BUMN yang dianggapnya tidak menguntungkan dan merong-rong keuangan negara," paparnya.

Apa yang sudah dilakukan Erick juga menjadi modal untuk memimpin Indonesia. Kalau 'dikawinkan', kata Andriansyah, Anies-Erick akan menjadi 'duet maut'. Karena keduanya memiliki kelebihan dan keunggulan.

"Anies sebagai akademisi yang kini menjadi politisi sukses. Erick sebagai pengusaha, birokrat, dan sekarang juga menjadi politisi yang sukses. Ini akan membawa angin segar bila mereka berdua di-duetkan. Kalau memang ini terjadi, ini akan jadi duet maut," pungkas Andriansyah.