Wacana 3 periode dibonceng lewat isu krisis ekonomi nasional Covid-19 untuk kepentingan pribadi.

Perintah larangan bicara isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan 3 periode harus dijalankan secara jujur oleh para menteri Presiden Jokowi. Jangan sampai ada manuver wacana 3 periode masih dilakukan diam-diam.

"Untuk wacana ini ya ini kan kita butuh kejujuran, kejujuran semua pihak jadi kita sudah ngomong berhenti dengan wacana 3 periode ya harus berhenti. Jangan di depan Publik kita ngomong berhenti tetapi di belakang tetap diam-diam manuver untuk agenda 3 periode," kata Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun di gedung DPR, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (13/4).

Menurut anggota Komisi II DPR ini, banyak badut-badut politik memanfaatkan isu 3 periode untuk kepentingan pribadi. Para pembantu Presiden juga ikut bicara ngawur mengenai hal itu.

"Saya pikir badut-badut politik banyak memanfaatkan isu 3 periode untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka seperti menteri-menteri yang sebenarnya tidak punya kewenangan untuk bicara urusan ini tetapi ikut bicara itu kan ngawur. Badut-badut politik itu," tutur dia.

Dia berujar, wacana 3 periode dibonceng lewat isu krisis ekonomi nasional Covid-19 untuk kepentingan pribadi. Lalu dibungkus seolah-seolah negara bubar tanpa badut-badut politik itu.

"Cek menteri-menteri itu satu-satu gimana capaian target tugas kerja Yang berikan oleh Presiden kepada mereka menteri yang ngomong-ngomong ini punya rpestasinya apa-apa saja? Tugas-tugas yang di presiden kepada mereka itu," ujar Komarudin dikutip merdeka.com.

"Jangan hanya di depan saja, padahal saya lihat hasil audit BPK banyak juga menteri-menteri itu gagal mencapai target kok jangan hanya menang publikasi saja," tutup Komarudin.