Perang Rusia-Ukraina berdampak kepada segala sektor ekonomi, termasuk perdagangan uang kripto. Pergerakannya semakin volatile.

Beberapa hari terakhir, nilai aset sejumlah uang digital sempat tersungkur. Namun, pelan tapi pasti, berbalik ke zona hijau. Kini, naga-naganya bakalan ambruk lagi. Waduh.

Harga Bitcoin, misalnya, sempat terjun bebas di bawah USD 40.000 atau sekitar Rp574,9 juta per keping. Angka ini terendah sejak pertengahan Maret 2022.

Pada Kamis (14/4/2022), berdasarkan data Coinmarketcap, Bitcoin rebound dan harganya kembali naik di kisaran US$41.000. Sayangnya, penguatan tersebut hanya sesaat. 

Pada Jumat (15/4/2022), pasar kripto kembali terpuruk. Di mana, harga Bitcoin terjun bebas di kisaran US$39.000 per keping. Dan, Altcoin lainnya bernasib sama. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono menjelaskan secara keseluruhan pasar masih kuat untuk bearish pada minggu ini. Pergerakan pasar kripto mungkin akan sedikit alami pullback untuk melanjutkan penurunan.

“Secara umum, pasar kripto hari ini masih tertekan berkat aksi jual besar-besaran setelah pelaku pasar. Kuat dugaan, aksi jual ini dilakukan karena pelaku pasar mengantisipasi data inflasi AS pada Maret lalu dan arah kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat," ujar Afid, dikutip Jumat (15/4/2022). 

Melihat kondisi pasar yang berada pada sentimen bearish, Afid membagikan hasil analisisnya mengenai kripto yang berpotensi melemah selama pekan kedua April 2022. Adapun deretan kripto-nya sebagai berikut.

1. Bitcoin (BTC)
Pekan ini memang menjadi waktu yang sulit bagi Bitcoin (BTC). Harga BTC sempat jatuh kembali di bawah US$40.000. Afid melihat ini dampak karena metrik on-chain menunjukkan kurangnya permintaan dari investor baru dan institusi yang sebagian besar mendominasi pasar.

"Bitcoin sempat reli di atas US$ 40.000 dan menabrak dinding resistensi di US$40.650, namun akhirnya harga BTC jatuh kembali di bawah US$39.600. Secara keseluruhan, Bitcoin masih sideways dengan pasar menunggu momentum baru dan arus masuk dana baru ke pasar kripto," kata Afid.

2. Ethereum
Tidak jauh beda nasibnya dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan harga. Sepanjang Selasa (12/4/2022), ETH mengalami penurunan nilai hingga 4,4 persen. Namun, Rabu (13/4/2022) harganya terpantau bergerak naik, tapi Afid melihat ini tidak akan lama.

"ETH kemungkinan besar akan bearish. Dari analisis teknikalnya, ETH mungkin akan turun hingga 9 persen mencapai harga bawah di kisaran US$2.800. Ini masih berdampak dari market yang tertekan dan pergerakan BTC yang turun," jelasnya. 

3. Bitcoin UP (BTCUP)
Bitcoin UP (BTCUP) juga berdampak dari pergerakan Bitcoin. Seperti diketahui pergerakan BTCUP mengikuti Bitcoin, apabila BTC naik, maka token ini akan menghasilkan keuntungan berkali lipat. Jumlah keuntungan yang kelipatannya ini ditetapkan di antara 1,25 dan 4 kali.

"BTCUP belum bisa keluar dari masa bearish-nya. BTCUP ini kan menggunakan leverage dan benar-benar memakai harga spot, jadi sangat berpengaruh dengan harga BTC yang pekan ini sedang turun. Penurunannya bisa capai 17 persen hingga harga bawah US$31," ungkap Afid.