Pencarian investor dilakukan karena menurut perhitungan pemerintah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mampu menanggung biaya pembangunan tanpa suntikan dana dari investor

Media Eropa dan Amerika Serikat (AS) menyebut Indonesia akan bangkrut. Mereka mengatakan, proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam, Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) adalah sinyal buruk bagi perekonomian Indonesia.

Proyek pembangunan IKN mendapatkan sorotan dari media internasional, terutama dari Eropa dan Amerika. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat ini sedang berupaya untuk mewujudkan proyek yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp500 triliun.

Akan tetapi, disebutkan, pembangunan IKN tersebut belum jelas pelaksanaanya karena pemerintah masih mencari investor. Pencarian investor dilakukan karena menurut perhitungan pemerintah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mampu menanggung biaya pembangunan tanpa suntikan dana dari investor.

Untuk mengatasi permasalahan ekonomi, pemerintah kemudian mengambil langkah untuk membiayai pembangunan IKN dengan cara crowdfunding yang kembali menuai kontroversi.

Pembangunan IKN hingga saat ini masih menuai pro dan kontra, baik dalam segi ekonomi, politik, hingga ke tanah adat. Bahkan, rencana pembangunan IKN turut disorot oleh media internasional yang menitikberatkan pada kondisi ekonomi Indonesia.

“Ada sekira lima koran di luar negeri, Eropa dan Amerika itu mempersoalkan IKN. Jadi mereka memperlihatkan bahwa ini sinyal buruk bagi perekonomian Indonesia,” ujar Pengamat Politik, Rocky Gerung dilansir dari channel youtube Rocky Gerung Official.

Disebutkan Rocky Gerung, media dari Eropa dan Amerika tersebut memprediksi jika Indonesia akan mengalami kebangkrutan apabila pemerintah tetap memaksakan pembangunan IKN.

“Indonesia akan bangkrut karena bikin mercusuar itu. Sama seperti kerajaan Babilonia bangkrut karena bikin Menara Babel, sama seperti raja-raja dulu yang bikin istana terus bangkrut. Jadi landasan dari fondasi itu bukan lagi semen, melainkan tulang belulang manusia,” ujar Rocky Gerung.