Anis Matta juga tetap mengingatkan agar pemerintah fokus pada hal fundamental dari persoalan minyak goreng. Dia menyoroti harga minyak goreng yang ada saat ini sangat memberatkan masyarakat

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan mempertanyakan statemen Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta yang dianggap membela para pelaku kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya seperti minyak goreng (migor). 

Apa yang dipertanyakan KSP tersebut tak lantas membuat Anis Matta diam. Dia mengaku tak ambil pusing dengan apa yang dikatakan Ade Irfan Pulungan. Dia bahkan menuntut pemerintah membuktikan secara serius akan memberantas mafia minyak goreng.

"Lanjutkan saja penegakan hukum untuk memberantas mafia migor, untuk membuktikan keseriusan pemerintah," kata Anis Matta saat dihubungi, Jumat (22/04/2022).

Namun Anis Matta juga tetap mengingatkan agar pemerintah fokus pada hal fundamental dari persoalan minyak goreng. Dia menyoroti harga minyak goreng yang ada saat ini sangat memberatkan masyarakat.

"Tetap fokus pada persoalan fundamentalnya, yaitu kenaikan harga-harga," ucapnya.

Lebih lanjut, Anis Matta memperingatkan penangkapan terhadap para pelaku minyak goreng tidak akan langsung menyelesaikan masalah kenaikan harga. "Karena 

penangkapan tidak dengan sendirinya menyelesaikan masalah kenaikan harga," imbuhnya.

KSP Tuding Anis Matta Bela Pelaku Minyak Goreng

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menyebut penetapan tersangka mafia minyak goreng hanya sebuah gimik. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan, heran atas pernyataan Anis Matta.

"Kita berpikir, apakah pernyataan Anis ini membela pelaku atau oknum patut diduga bermain dalam minyak goreng ini? Atau malah dia kenal dengan yang patut diduga dalam permainan minyak goreng itu," kata Ade Irfan saat dihubungi, Kamis (21/04/2022).

Ade menilai, tuduhan Anis tidak berdasar. Apa yang dilakukan pemerintah maupun Kejaksaan Agung adalah untuk mengatasi masalah kelangkaan dan naiknya harga minyak goreng dan melakukan proses penegakan hukum.

"Tuduhan yang sangat tidak ada dasarnya. Karena justru pemerintah sekarang ini memang sedang melakukan investigasi. Sedang melakukan kajian serius soal kelangkaan minyak goreng yang luar biasa," ujarnya.

Ade mengatakan para mafia minyak goreng pantas untuk diproses hukum. Sebab, kelangkaan minyak berdampak kepada semua pihak.

"Faktanya ini ada diduga ada permainan yang dilakukan oleh beberapa oknum untuk mendapatkan keuntungan materi. Tidak boleh orang melakukan peran dengan merugikan atau menyengsarakan masyarakat," ujar Ade Irfan Pulungan lagi.