Peningkatan kaum Yahudi ke kompleks Al Aqsa telah membuat kaum Muslim Palestina marah. Sebab, menurut konvensi lama, orang-orang Yahudi hanya dapat mengunjungi Al Aqsa tetapi tidak diizinkan untuk berdoa

Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel, Yair Lapid mengatakan, Israel berkomitmen dengan status quo yang mencegah orang-orang Yahudi berdoa di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. 

Hal itu disampaikan Yair Lapid, menyusul kekerasan di kompleks Al Aqsa yang menewaskan 38 orang sejak akhir Maret 2022 lalu.

"Muslim dapat beribadah di Temple Mount, non-Muslim hanya berkunjung," kata Lapid, terkait polemik Masjid Al Aqsa, dikutip dari AFP, Minggu (24/04/2022).

"Tidak ada perubahan, tidak akan ada perubahan. Kami tidak punya rencana untuk membagi Temple Mount antaragama," tambahnya.

Peningkatan kaum Yahudi ke kompleks Al Aqsa telah membuat kaum Muslim Palestina marah. Sebab, menurut konvensi lama, orang-orang Yahudi hanya dapat mengunjungi Al Aqsa tetapi tidak diizinkan untuk berdoa.

Para pengunjuk rasa Palestina telah berulang kali bentrok dengan polisi antihuru hara Israel di kompleks Al Aqsa sejak pertengahan bulan lalu yang menyebabkan ratusan orang terluka. Bentrokan disebabkan oleh datangnya bulan suci Ramadhan yang bertepatan dengan Paskah Yahudi.

Adapun serangan oleh pasukan keamanan Israel terhadap warga Palestina dan Arab sejak akhir Maret telah menewaskan 24 warga Palestina di Israel, sementara warga Yahudi 14 tewas.

Kini ketegangan makin memanas dipicu oleh baku tembak roket antara Israel dan Gaza.