Kamala Harris menerima dua dosis vaksin Moderna COVID-19 pada Januari 2021. Dia menerima dosis booster pertamanya pada akhir Oktober dan vaksin booster kedua pada 1 April

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris dinyatakan positif terinfeksi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 pada Selasa (26/04/2022). 

Gedung Putih mengumumkan Kamala Harris terinfeksi COVID-19 setelah kembali dari perjalanan selama seminggu ke California.

"Hari ini Wapres Harris dinyatakan positif COVID-19 pada tes cepat dan PCR. Dia tidak menunjukkan gejala, (Harris) akan menjalani isolasi dan terus bekerja dari kediaman wakil presiden," kata Sekretaris Pers Wapres Kirsten Allen.

"Dia belum melakukan kontak erat dengan Presiden atau Ibu Negara karena jadwal perjalanan masing-masing baru-baru ini. Dia akan mengikuti pedoman CDC dan saran dari dokternya. Wakil Presiden akan kembali ke Gedung Putih ketika hasil tesnya negatif," jelas Allen.

Harris dijadwalkan menerima pengarahan intelijen pada Selasa di Gedung Putih bersama Presiden Joe Biden. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, Harris tidak ikut dalam acara atau pertemuan apa pun di Gedung Putih pada Selasa.

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, Harris tiba di Gedung Putih Selasa pagi dan langsung menjalani tes. Setelah dites positif pada PCR dan rapid test, dia kembali ke rumahnya di Naval Observatory, di mana dia akan diisolasi.

Secara terpisah, seorang pejabat mengatakan Harris terakhir bertemu Biden di Easter Egg Roll pada 18 April lalu. Dia meninggalkan Washington ke California sore itu dan tidak kembali sampai Senin malam.

Selama di California, Kamala Harris mengadakan acara terkait masalah portofolio minggu lalu. Dia tidak mengadakan kegiatan publik pada akhir pekan sebelum kembali ke ibu kota negara.

Kamala Harris menerima dua dosis vaksin Moderna COVID-19 pada Januari 2021. Dia menerima dosis booster pertamanya pada akhir Oktober dan vaksin booster kedua pada 1 April.

Tes positif COVID-19 wakil presiden datang ketika AS telah mencabut sebagian besar tindakan mitigasi COVID-19 setelah varian Omicron melonjak selama musim dingin.