Erick juga meminta Telkom dan Telkomsel membantu meningkatkan informasi bahwa kapasitas pesawat dan kereta api masih tersedia untuk mudik

Menteri Badan Usaha Milik (BUMN), Erick Thohir mengatakan lonjakan luar biasa terjadi dalam arus mudik lebaran 2022. Hal ini tak lepas dari kerinduan banyak orang yang sudah dua tahun tidak ke mudik. 

Dalam pemantauannya, Erick menyebut kepadatan mulai terjadi saat kendaraan memasuki area luar Jakarta.

"Tadi saya sudah memantau melalui udara. Saya merasakan kegalauan dan kompleksitas yang tidak mudah mengingat ekspektasinya luar biasa karena dua tahun tidak mudik," ujar Erick saat mengunjungi dan berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, Jasa Raharja, TNI, Polri di Posko Terpadu Cikopo pada Sabtu (30/04/2022).

Erick mendapat laporan jalur selatan belum dapat dimaksimalkan karena minimnya fasilitas umum seperti toilet hingga tempat makan. 

Dengan kondisi seperti itu, Erick menyarankan agar fokus pada tiga hal utama dalam mengatasi persoalan kepadatan di jalan tol yakni pertama, sinkronisasi informasi secara kontinyu. 

Kedua, konsistensi dalam menjalankan peraturan yang telah ditetapkan seperti ganjil-genap, satu arah, dan mempercepat akses keluar-masuk di rest area,  

"Ketiga, jalur alternatif yang sudah bapak-bapak skenariokan, dari plan (rencana) A sampai plan D. Fokus di situ yang kita terus dorong," papar Erick Thohir.

"Mohon maaf saya hadir, bukan karena tidak percaya atau mau ngecek-ngecek, tapi kita ingin berikan dukung moral, itu yang utama. Karena saya tahu apa pun yang kita lakukan tidak sempurna, tapi yang paling penting kita upayakan dengan sinkronisasi, updating berkala tanpa salahkan siapa-siapa, memang di kala ini lelah dan emosi kita coba jaga, dan tetap konsisten yang sudah diputuskan Kapolri dan Pak Menhub," lanjut Erick.

Erick juga meminta Telkom dan Telkomsel membantu meningkatkan informasi bahwa kapasitas pesawat dan kereta api masih tersedia untuk mudik. Erick menilai penggunaan moda transportasi kereta dan pesawat membantu mengurangi kapasitas pemudik yang menggunakan jalur darat. 

"Sejak awal kita mendorong alternatif, tidak hanya lewat tol, tapi juga kereta dan pesawat," pungkasnya.