Budi Santosa Purwokartiko merupakan salah satu pewawancara beasiswa LPDP.

Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Budi Santosa Purwokartiko pada Sabtu (30/04), dilaporkan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Andin Hadiyanto.

Budi Santosa Purwokartiko diduga melakukan pelecehan verbal dan menyinggung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) terhadap peserta beasiswa LPDP.

"Budi Santosa sebagai pihak yang mewawancarai peserta Program Dikti sebagaimana yang disampaikan pada tulisannya mengatakan kalimat yang bernuansa SARA bahwa '12 mahasiswi yang diwawancarai tidak ada satupun yang menutup kepala ala manusia gurun sehingga otaknya benar-benar open minded,'" tulis Irvan Noviandana dalam surat terbuka tersebut.

"Kami sebagai umat islam sangat tersinggung dengan perkataan yang disampaikan secara terbuka oleh Pewawancara LPDP karena merendahkan syariat agama kami yang mewajibkan para wanita untuk menutup kepala (berhijab) sebagai bentuk kepatuhan dalam agama," lanjutnya.

Selain itu, surat terbuka tersebut menyatakan tulisan Budi Santosa sebagai bentuk pelecehan terhadap mahasiswi dan seluruh wanita di Indonesia.

Budi Santosa Purwokartiko yang menjabat sebagai Rektor ITK itu juga dituding pernah mengeluarkan pernyataan serupa sebelumnya. Ia disebut beberapa kali melempar sentimen negatif seputar jilbab dan keyakinan umat islam.

Pada 2019, ia dituding pernah membuat kegaduhan dengan menyerang seorang mahasiswi yang tidak mau bersentuhan saat bersalaman dengan narasi yang melecehkan.

Irvan Novianda selaku penulis surat terbuka lalu meminta Menkeu dan Dirut LPDP untuk menindak tegas masalah tersebut. Ia juga menuntut Menkeu dan Dirut LPDP untuk memberi pernyataan resmi terkait kegaduhan yang disebabkan oleh Budi Santosa selaku pewawancara LPDP.

Tak lupa, Irvan mengajak masyarakat yang pernah mengalami hal serupa dari Budi Santosa untuk melapor ke situs pelaporan yang disediakan Kementerian Keuangan.

Budi Santosa Purwokartiko merupakan salah satu pewawancara beasiswa LPDP. Budi dituding atas ujaran bersifat SARA dan pelecehan secara verbal melalui akun Facebook pribadinya.

Budi Santosa Purwokartiko mengunggah sebuah pernyataan melalui Facebook pada Rabu (27/04). Ujaran kebencian dan SARA diduga tercantum dalam pernyataan itu karena menyinggung umat muslim yang memakai jilbab.

ITK sendiri angkat bicara terkait dugaan SARA Budi Santosa Purwokartiko. Pihak ITK menyebut, tulisan Budi Santosa Purwokartiko yang  menyinggung hijab peserta beasiswa LPDP merupakan tulisan pribadi dan tidak ada hubungan dengan ITK.

"Dengan ini, kami informasikan bahwa, tulisan Prof. Budi Santosa Purwakartiko tersebut merupakan tulisan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan jabatan beliau sebagai rektor ITK," kata ITK dalam akun twitternya.

"Oleh karena itu, mohon pemberitaan dan komentar lebih lanjut baik oleh media maupun para netizen tidak mengaitkan dengan institusi ITK, dan awak media atau para netizen dpt langsung berkomunikasi dengan beliau," tambahnya.