Dua ledakan bom mengguncang Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dua hari jelang peringatan Hari Raya Idul Fitri

Dua ledakan bom mengguncang Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dua hari jelang peringatan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Satu orang tewas dalam peristiwa ledakan yang terjadi pada Sabtu (30/04).

"Seorang wanita tewas dan tiga lainnya terluka," kata juru bicara komandan Kabul Khalid Zadran kepada Reuters.

Peristiwa dua ledakan tersebut membuat kekhawatiran masyarakat Kabul akan keamanan meningkat menjelang hari raya Idul Fitri. Masyarakat akan merayakan lebaran pertama mereka di bawah rezim Taliban.

Sementara ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu itu. Demikian menurut keterangan dari saluran telegram kelompok itu.

Sehari sebelumnya, sebuah ledakan menewaskan lebih dari 50 jemaah setelah sholat Jumat di sebuah masjid di Kabul di tengah serentetan serangan terhadap masjid selama bulan suci Ramadan.

Seorang saksi mata ledakan di van penumpang, Ali Maisam (19 tahun), yang sedang menunggu di luar toko roti terdekat pada saat itu, mengatakan dia melihat sejumlah mayat.

"Saya melihat orang-orang keluar dari minibus dengan wajah berdarah dan terbakar. Saya melihat empat mayat dibawa keluar dan seorang wanita termasuk di antara yang tewas," katanya.

Pihak berwenang Taliban sendiri pada Sabtu (30/4) mengumumkan bahwa Idul Fitri akan dirayakan pada Minggu (02/05). Warga menyambut penetapan hari raya dengan tembakan perayaan di jalan-jalan Kabul pada Sabtu malam.

Pihak berwenang juga bergerak untuk meredakan ketakutan masyarakat mengenai kondisi keamanan menjelang Idul Fitri.

"Kami memastikan kepada warga negara kami, kami akan memastikan keamanan selama Idul Fitri," kata juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan Abdul Nafee Takor.