Tak hanya itu, AS juga memberikan perincian lainnya tentang berbagai markas militer bergerak Rusia selama perang.

Washington memberikan bantuan intelijen kepada pasukan Ukraina untuk membunuh sejumlah Jenderal Rusia di Ukraina. Keterangan ini disampaikan pejabat senior Amerika Serikat.

Dalam laporan New York Times, Rabu (04/05) tengah pekan lalu, Washington DC telah memberikan informasi perinci kepada Ukraina tentang perkiraan pergerakan pasukan Rusia dan lokasi keberadaan mereka.

Tak hanya itu, AS juga memberikan perincian lainnya tentang berbagai markas militer bergerak Rusia selama perang.

Ukraina kemudian memadukan semua informasi intelijen AS itu dengan informasi intelijennya sendiri untuk melakukan serangan artileri serta serangan-serangan lain yang menewaskan banyak perwira Rusia, kata NYT.

Pentagon (Departemen Pertahanan AS) dan Gedung Putih (Istana Kepresidenan AS) belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut, saat dimintai komentar oleh Reuters.

Para pejabat Ukraina mengklaim, tentara Kiev telah membunuh sedikitnya 12 jenderal Rusia di medan perang. Namun, para pejabat AS menolak memberikan informasi perinci berapa banyak jenderal Moskow yang tewas berkat bantuan intelijen Amerika, kata NYT.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina.

Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, operasi militer itu untuk melindungi rakyat Donbas. “Mereka (rakyat Donbas) telah mengalami pelecehan, genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahu,” kata Putin, Februari lalu.