Saat ini China sedang menyiapkan ribuan stasiun pengujian PCR yang permanen. Khusus wilayah Shanghai saja sudah selesai konstruksinya mencapai 9.000 situs. Langkah ini dilakukan untuk untuk mengontrol kondisi pandemi setelah penguncian wilayah atau lockdown selesai

Presiden China, Xi Jinping melontarkan pernyataan keras kepada para pejabat yang mengkritik kebijakan Nol-COVID yang diterapkannya. Ia menyebut akan tetap memberlakukan kebijakan itu karena telah terbukti berhasil.

Kebijakan Nol-COVID adalah kebijakan penutupan dan penguncian suatu daerah ketika otoritas setempat menemukan kasus COVID-19. Penutupan ini akan tetap dilakukan meski hanya ada satu kasus COVID-19 yang ditemukan.

Xi menyebutkan kebijakan itu sendiri telah teruji secara ilmiah. Ia meminta agar seluruh jajaran pejabat China dengan teguh mematuhi kebijakan Nol-COVID ini.

"Kami telah memenangkan pertempuran untuk mempertahankan Wuhan, dan kami pasti akan dapat memenangkan pertempuran untuk mempertahankan Shanghai," katanya seperti dikutip Guardians, Jumat (06/05/2022).

Saat ini China sedang menyiapkan ribuan stasiun pengujian PCR yang permanen. Khusus wilayah Shanghai saja sudah selesai konstruksinya mencapai 9.000 situs. Langkah ini dilakukan untuk untuk mengontrol kondisi pandemi setelah penguncian wilayah atau lockdown selesai.

Melansir Reuters, hampir 25 juta penduduk di pusat keuangan timur Shanghai tetap berada di bawah kondisi lockdown. Di saat kota ini tengah memerangi wabah virus corona terbesar yang pernah ada di China.

Tetapi dalam upaya untuk mencegah gejolak di masa depan, otoritas kota telah menyiapkan sistem yang akan membuat pengujian Covid-19 itu menjadi reguler dan menjadi permanen di kehidupan sehari-hari.

"Saat ini dari 9.000 tempat pengujian di Shanghai sudah ada 5.000 yang beroperasi," kata Wakil Walikota Wu Qing mengutip Reuters, Jumat (06/05/2022).

Ini sebagai bagian dari strategi zero COVID-19 di China. Bahkan pemerintahan Xi Jin Ping juga membuat sistem baru yang akan mewajibkan siapapun untuk melakukan tes PCR negatif untuk memasuki ruang publik.

Nantinya stasiun pengujian itu akan terletak di daerah perumahan, taman industri, blok kantor, dan pintu masuk stasiun kereta api dan kereta bawah tanah. Bahkan dalam prosesnya memungkinkan orang hanya melakukan pengujian hanya 15 menit.

Saat ini China tengah memerangi wabah COVID-19 terbesar. Pemerintahannya berencana menerapkan pengujian untuk memastikan bahwa siapapun yang memasuki gedung publik harus menunjukkan hasil tes negatif dalam kurun waktu tujuh hari terakhir.

Dari targetnya Shanghai berjanji untuk mendirikan 10.000 stasiun pengujian permanen. Sehingga masyarakat yang mengunjungi area publik dipastikan negatif COVID-19 yang dibuktikan dari hasil tes.