harga-harga kebutuhan Lebaran tidak mengalami lonjakan yang berarti dan relatif aman,

Anggota Komisi VI DPR Mohamad Idris Laena mengatakan kondisi ekonomi masyarakat cukup baik saat merayakan Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah/2022.

Hal tersebut terbukti dari warga yang mudik Lebaran di kampung halaman yang mengalami lonjakan yang fantastis, sehingga berdampak pada wisata domestik.

"Alhamdulillah, harga-harga kebutuhan Lebaran tidak mengalami lonjakan yang berarti dan relatif aman," kata Idris Laena lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.

Diketahui, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan berupaya keras menstabilkan harga bahan pokok dan pasokannya.

Harga bahan pokok, berdasar pantauan Kemendag, per 5 Mei 2022, mengalami penurunan tipis dibanding sehari sebelumnya.

Misalnya, harga daging sapi paha belakang yang turun 0,77 persen menjadi Rp142.600 per kg; dan daging ayam ras turun 0,98 persen menjadi Rp40.400 per kg.

Sedang cabai merah besar turun 4,24 persen menjadi Rp40.400 per kg; cabai merah keriting turun 5,47 persen menjadi Rp46.700 per kg.

Sementara bawang merah juga turun 1,83 persen menjadi Rp37.500 per kg; serta bawang putih turun 0,98 persen menjadi Rp30.400 per kg.

Sementara, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan mengingatkan, agar pemerintah segera mempersiapkan dan mengantisipasi ketersediaan pasokan bahan pokok di pasar pasca-Idul Fitri.

"Selain itu juga perlu sekaligus fokus pada upaya distribusi secara merata di pasar," ujar Reynaldi.

Reynaldi menambahkan, ia menanti upaya pemerintah, utamanya Kemendag terhadap proses pendistribusian pasokan bahan pokok dan Kementerian Pertanian untuk menyiapkan keberadaan produksi lokal.

Ia berharap tidak terjadi lonjakan bahkan disparitas harga yang cukup tinggi pada komoditas pangan ke depannya.