Penelitian itu menyebut ada 10 ribu jenis virus yang bisa menginfeksi manusia dan beredar pada populasi hewan liar secara diam-diam. Infeksi silang sebenarnya tidak biasa namun karena ada lebih banyak habitat telah dihancurkan untuk pertanian dan perluasan perkotaan, lebih banyak orang melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi

Kondisi bumi yang semakin panas dapat membantu penyebaran penyakit yang membahayakan antara hewan dengan manusia. Bahkan menurut para peneliti, suhu yang semakin panas tersebut berisiko menimbulkan pandemi lebih lanjut.

Saat planet ini memanas, banyak spesies hewan akan terpaksa pindah ke daerah baru untuk menemukan kondisi yang sesuai. Mereka membawa parasit dan patogen, serta menyebar di antara spesies yang belum pernah berinteraksi sebelumnya.

The Guardian menuliskan kejadian tersebut akan meningkatkan risiko apa yang disebut zoonotic spillover. Ini terjadi saat virus berpindah dari hewan ke manusia dan memiliki potensi terjadinya pandemi lain sebesar pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19, dikutip Rabu (11/05/2022).

"Seiring perubahan dunia, wajah penyakit juga akan berubah," ucap pakar ekologi penyakit di Universitas Georgetow dan rekan penulis makalah, Gregory Albery. 

"Pekerjaan ini memberikan lebih banyak bukti tak terbantahkan bahwa dekade mendatang tidak hanya akan lebih panas, namun lebih sakit," sambungnya.

Ditambahkannya, jika perubahan iklim mengguncang ekosistem hingga ke intinya. Kejadian itu menyebabkan interaksi antarspesies yang kemungkinan besar telah menyebarkan virus.

Parahnya lagi, menurutnya tindakan drastis apapun untuk mengatasi pemanasan global yang dilakukan sekarang tidak akan cukup menghentikan risiko peristiwa limpahan.

"Ini terjadi, itu tidak bisa dicegah bahkan dalam skenario terbaik perubahan iklim dan perlu mengambil tindakan untuk membangun infrastruktur kesehatan untuk melindungi populasi hewan dan manusia," jelasnya.

Penelitian itu menyebut ada 10 ribu jenis virus yang bisa menginfeksi manusia dan beredar pada populasi hewan liar secara diam-diam. Infeksi silang sebenarnya tidak biasa namun karena ada lebih banyak habitat telah dihancurkan untuk pertanian dan perluasan perkotaan, lebih banyak orang melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi.

Perubahan iklim, sayangnya, juga memperburuk masalah ini. Yakni dengan cara membantu menyebarkan penyakit pada spesies yang sebelumnya tidak bertemu.

Studi itu memperkirakan adanya pergeseran jangkauan geografis pada 3.139 spesies mamalia akibat perubahan iklim serta penggunaan lahan hingga 2070 mendatang. Selain itu juga dengan tingkat pemanasan global yang relatif rendah, bahkan ada 15 ribu peristiwa penularan lintas spesies dari satu atau lebih virus.