Menurut dia, khususnya anak yang terkena hepatitis misterius sebagian besar tidak menerima vaksin COVID-19

Sampai sekarang, apa yang menjadi penyebab hepatitis akut misterius menyerang anak-anak di sejumlah negara termasuk RI belum juga terungkap. Salah satu dugaan yang beredar, penyakit misterius ini berkaitan dengan efek vaksin Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Akan tetapi, hal itu dibantah oleh Spesialis Mikrobiologi Klinik Konsultan dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Budiman Bela, SpMK (K), yang menyebutkan bahwa hal tersebut tak benar lantaran sebagian besar pasien hepatitis misterius adalah anak berusia lima tahun ke bawah yang belum bisa divaksin COVID-19.

"Sampai saat ini kita melihat bahwa kasus hepatitis akut dengan gejala berat yang tidak diketahui penyebabnya ini tidak berhubungan dengan vaksin COVID-19," tegas Budiman Bela dalam webinar 'Kesehatan Infeksi Emerging: Hepatitis Akut Berat yang Belum Diketahui Penyebabnya', Kamis (12/05/2022).

Menurut dia, khususnya anak yang terkena hepatitis misterius sebagian besar tidak menerima vaksin COVID-19. 

"Usianya sebagian besar di bawah lima tahun, dan ini tidak memenuhi persyaratan untuk vaksin COVID-19, jadi tidak eligible," tegasnya.

Terdapat juga dugaan bahwa penyakit misterius ini disebabkan oleh adenovirus strain 41. Mengingat sejumlah vaksin COVID-19 yakni Johnson & Johnson dan AstraZeneca berbasis adenovirus, dr Budiman meluruskan kedua vaksin tersebut menggunakan jenis adenovirus berbeda dengan strain 41.

"Adenovirus yang dikaitkan dengan sebagian besar kasus hepatitis berat dengan penyebab tidak diketahui ini adalah adenovirus tipe 41 dan ini berbeda dari vektor adenovirus yang digunakan dalam beberapa vaksin COVID-19 yaitu Johnson & Johnson merupakan adenovirus tipe 26 dan AstraZeneca berbasis ChAdox1," pungkas Budiman Bela.