"Sangat pantas dia masuk penjara, sangat patut..."

Pemutusan kontrak hubungan kerjasama yang dilakukan oleh Richard Lee terhadap pengacaranya, Razman Arif Nasution berbuntut panjang. Pengacara tersebut diketahui sudah melaporkan Richard Lee ke kepolisian.

Razman Arif Nasution meminta ganti rugi Rp 20,7 miliar kepada Richard Lee karena dokter estetik itu memutuskan hubungan kerja sama secara sepihak. Karena tidak ada titik temu antara keduanya, pengacara berdarah Batak itu lantas melayangkan gugatan kepada Richard Lee ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Menurutnya, Richard Lee sangat pantas untuk masuk penjara akibat pemutusan kerja sama tersebut.

"Sangat pantas dia masuk penjara, sangat patut, dan karena itu saya sudah ingatkan, dari Kejaksaan Agung, bapak jangan main-main, tegur itu bapak yang di bawah-bawah itu," ujar Razman Arif Nasution saat ditemui di Kementerian PPPA.

Kemudian, Razman Arif Nasution mengungkapkan bahwa semua berkas tuntutannya sudah lengkap.

"Ini sudah lengkap semua, sudah digelar di Polda, di Mabes, dan sudah dikirim berkali-kali, bahwa kasus itu harus serius," tegas Razman Arif Nasution.

Sebelumnya, Richard Lee sendiri mengatakan bahwa ia berhak mengganti pengacara sebagai klien. Namun, Razman Arif Nasution tidak setuju karena haknya belum dibayar dan menyalahkan dokter sekaligus YouTuber itu atas pemutusan kontrak secara sepihak.

"Sekarang gini, kalau dia merasa kalau hak saya yang 10 tahun itu tidak perlu dibayar, maka dia jangan memutus kontrak, itu saja," tutur Razman Arif Nasution.

Razman Arif Nasution merasa ia hanya meminta haknya kepada Richard Lee karena ia memutus kontrak sebelum jatuh tempo. Alasan pemutusan kontrak itu juga disebut Razman Arif Nasution tidak berdasar,

"Pertanyaannya, kenapa saya minta hak tagihan pada saya, karena dia memutus kontrak sebelum jatuh tempo. Kemudian yang menjadi dasar dia mencabut kontrak pada saya tidak berdasar," jelas Razman Arif Nasution.

Sikap Richard Lee membuat Razman Arif Nasution geram. Sebab menurut versi Razman Arif Nasution, sang dokter belum menuntaskan kewajiban untuk mengganti biaya jasa pengacara.