Menurut dia, pihaknya pernah sekali bertatap muka dengan Sheikh Khalifa. Luhut mengenang Presiden UEA itu punya banyak kemiripan dengan Presiden Joko Widodo

Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya Presiden Uni Emirat Arab (UEA) sekaligus Raja Abu Dhabi, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, Jumat (14/05/2022).

Ungkapkan belasungkawa tersebut disampaikan Luhut melalui unggahan di akun Instagram miliknya. Luhut mengatakan Sheikh Khalifa punya peran penting dalam membawa Uni Arab Emirat menjadi negeri yang makmur dan maju seperti saat ini.

"Saya memahami bahwa hari ini tidak ada yang lebih berduka dan kehilangan seperti rakyat Uni Arab Emirat," kata Luhut. 

Menurut Luhut, sejak menjadi Presiden UAE, Sheikh Khalifa memimpin restrukturisasi besar-besaran. Transformasi itu, kata Luhut, membawa UAE menjadi negara yang paling maju dan modern di kawasan negara Arab.

Dia mengatakan Sheikh Khalifa juga disebut sebagai pemimpin UAE yang pertama kalinya menginisiasi sistem nominasi untuk anggota Dewan Nasional Federal. Langkah tersebut adalah inovasi dalam sistem pemilihan langsung di Uni Arab Emirat.

"Saya rasa berkat kerja dan inovasi yang beliau lakukan, Indonesia banyak belajar bagaimana membangun negeri yang maju dan modern pengetahuannya sekaligus memakmurkan segenap rakyatnya," katanya.

Menurut dia, pihaknya pernah sekali bertatap muka dengan Sheikh Khalifa. Luhut mengenang Presiden UEA itu punya banyak kemiripan dengan Presiden Joko Widodo. 

"Sosok Sheikh Khalifa yang saya kenal punya banyak kemiripan dengan Presiden Joko Widodo, yakni sebagai seorang pendengar yang baik, rendah hati, dan punya kepedulian tinggi pada kepentingan rakyat UAE secara keseluruhan," ujarnya. 

"Selamat Jalan Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, saya berharap keluarga yang ditinggalkan khususnya Pangeran Mohammad Bin Zayed Al Nahyan diberikan ketabahan," sambung Luhut. 


Antara