Pemimpin Kim Jong-un yang memimpin pertemuan menyalahkan para pejabat karena pendistribusian obat-obatan yang tidak berjalan dengan baik. Dalam kesempatan itu, Kim memerintahkan mobilisasi personel Tentara Rakyat Korea untuk menstabilkan distribusi obat-obatan

Media resmi pemerintah Korea Utara (Korut) melaporkan kasus kumulatif pasien dengan gejala demam Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 di negara itu telah mencapai 1,21 juta kasus secara nasional hingga hari Minggu (15/05/2022). 

Angka tersebut bertambah 390 ribu kasus hanya dalam sehari hingga melampaui angka satu juta kasus sejak negara itu mengumumkan kasus pertama COVID-19 pada Kamis (12/05/2022). 

Korea Utara menyatakan setengah dari total kasus dengan gejala demam, yakni sekitar 648 ribu orang telah sembuh, namun 560 ribu orang masih dalam perawatan medis. Dilaporkan juga jumlah kumulatif kasus kematian akibat demam di negara tersebut telah bertambah menjadi 50 kasus. 

Korea Utara hanya memiliki kapasitas pengujian yang terbatas, sehingga hanya sedikit kasus yang dikonfirmasi. Warga Korea Utara cenderung sangat rentan terhadap virus karena kurangnya vaksinasi dan sistem perawatan kesehatan yang buruk.

Di tengah merebaknya pandemi COVID-19, Korea Utara tampak mengalami gangguan pasokan obat. 

Media itu memberitakan bahwa Biro Politik Partai Buruh Korea Utara kembali mengadakan pertemuan darurat untuk mencari solusi di tengah buruknya sistem kesehatan di negara tersebut. 

Pemimpin Kim Jong-un yang memimpin pertemuan menyalahkan para pejabat karena pendistribusian obat-obatan yang tidak berjalan dengan baik. Dalam kesempatan itu, Kim memerintahkan mobilisasi personel Tentara Rakyat Korea untuk menstabilkan distribusi obat-obatan.