Budi kemudian menjelaskan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia masih dikatakan aman apabila positivity rate alias rasio kasus positif COVID-19 di Indonesia masih di bawah 5 persen yang merupakan ambang batas Badan Kesehatan Dunia (WHO)

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut masih ada potensi kenaikan kasus Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 di Indonesia imbas libur Lebaran 2022.

Menurutnya, kenaikan kasus COVID-19 imbas libur lebaran tahun ini bisa terlihat pada akhir Mei 2022 mendatang.

"Pengalaman kami melihat hari-hari raya besar sebelumnya yaitu Nataru dan lebaran tahun lalu, biasanya indikasi kenaikan 27-34 hari sesudah hari raya. Jadi kalau hari rayanya kemarin 2 Mei, ya kita lihat akhir bulan ini deh," kata Budi dalam konferensi pers, Rabu (17/05/2022).

Budi memprediksi kenaikan kasus positif COVID-19 di Indonesia imbas libur panjang Lebaran kemungkinan tidak terlalu tinggi. Begitu pun dengan kasus kematian.

Pasalnya, masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. Baik melalui pemberian vaksinasi COVID-19 maupun antibodi yang muncul setelah terinfeksi.

"Insha Allah tidak ada kenaikan yang signifikan, tapi nanti kita tunggu supaya lebih jeli melihatnya di akhir bulan ini," imbuhnya.

Budi kemudian menjelaskan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia masih dikatakan aman apabila positivity rate alias rasio kasus positif COVID-19 di Indonesia masih di bawah 5 persen yang merupakan ambang batas Badan Kesehatan Dunia (WHO). 

Selain itu, saat ini reproduction rate kasus COVID-19 di Indonesia sudah sekitar 1 persen.

Dengan melihat kondisi itu ditambah tren penurunan kasus COVID-19 terjadi di Indonesia, maka Budi menilai bahwa COVID-19 di Indonesia masih terkendali.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia juga bersiap menuju endemi. Presiden Jokowi sudah membolehkan warga melepas masker di tempat terbuka dan tidak di kerumunan.

"Pertama pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker," ujar Jokowi seperti disiarkan langsung via saluran Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (17/05/2022).

"Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka boleh untuk tidak menggunakan masker," kata Jokowi.