Erick Thohir sudah coba mengingatkan, bahkan mengganti direksi Pertamina . Namun tentunya mengganti bukan menjadi solusi terus menerus.

Menteri BUMN Erick Thohir mendorong adanya standarisasi baku kepada Pertamina terkait kilang. Hal ini menyusul terbakarnya kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) di area Refinery Unit (RU) V Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (4/3/2022) siang.

Dengan terbakarnya kilang Balikpapan, maka jika dihitung telah ada tiga kilang Pertamina yang mengalami kebakaran dalam satu tahun terakhir. Sebelumnya juga terjadi kebakaran di Kilang Cilacap dan Kilang Balongan.

"Saya kemarin sudah menelepon direksi Pertamina, tadi juga saya rapat lagi untuk memastikan adanya standarisasi yang baku mengingat hal ini merupakan hal vital," ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (18/5).

Erick Thohir sudah coba mengingatkan, bahkan mengganti direksi Pertamina . Namun tentunya mengganti bukan menjadi solusi terus menerus.

"Terus terang saya juga berempati kepada pihak-pihak yang menjadi korban. Ini yang menjadi alasan kenapa kita harus bisa lebih baik lagi," kata Erick.

Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini menyampaikan untuk menjadi perusahaan global, maka BUMN harus memiliki benchmarking  atau acuan yang baik dalam menjalankan jenis usaha.

Contoh tidak mungkin memiliki industri penerbangan yang sehat, tapi secara benchmarking tidak dikelola dengan baik seperti Garuda Indonesia.

"Namun bukan berarti kita menyerah. Pastinya perlu kita tingkatkan, makanya kemarin kita dorong bagaimana operasional Garuda lebih baik," kata Erick, mantan bos klub sepak bola Inter Milan ini.

Sebelumnya PT Pertamina (Persero) menyatakan peristiwa kebakaran di Plant 5 yang merupakan salah satu unit di area Kilang Balikpapan tidak mengganggu suplai bahan bakar minyak ke masyarakat.

Pertamina menjamin stok BBM di Kilang Balikpapan masih mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan suplai ke Terminal BBM di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kilang Pertamina Internasional akan mempergunakan komponen Pertamina Patra Niaga yang diambil dari dari Terminal BBM Tanjung Uban. High Octane Mogas Component (HOMC) merupakan komponen yang diperlukan untuk memproduksi BBM beroktan tinggi, seperti Pertamax.

Produksi dan suplai BBM ke masyarakat tetap dapat berjalan normal tanpa ada kendala. Bahkan, Pertamina juga telah mempersiapkan skenario alih suplai, berkoordinasi dengan Grup Pertamina sebagai antisipasi dan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan BBM masyarakat.