Hasil survei itu mengalami kenaikan dibandingkan survei pada 12-15 April 2022 yang mencatat kepuasan responden terhadap kinerja Jokowi sebesar 65,5 persen.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) meningkat.

"Mayoritas warga, sebanyak 76,7% warga, mengaku sangat dan cukup puas dengan kerja presiden. Sementara yang menyatakan kurang atau tidak puas sama sekali sebanyak 20,9%. Ada 2,4% yang tidak menjawab," kata Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas melalui keterangan tertulis.

Hasil survei itu mengalami kenaikan dibandingkan survei pada 12-15 April 2022 yang mencatat kepuasan responden terhadap kinerja Jokowi sebesar 65,5 persen.

Abbas menjelaskan bahwa kepuasan pada kinerja Presiden ini tampak berhubungan dengan penilaian warga atas kinerja pemerintah dalam menangani wabah COVID-19 dan penyelenggaraan mudik.

Sekitar 76 persen warga merasa sangat atau cukup puas dengan kerja pemerintah dalam penyelenggaraan mudik tahun ini.

"Yang merasa kurang atau tidak puas sama sekali sekitar 9 persen, dan yang tidak tahu atau tidak jawab 15 persen," lanjut Abbas.

Sementara itu, sekitar 75 persen warga merasa puas dengan kerja pemerintah pusat menangani Covid-19.

Sementara yang kurang atau tidak puas sekitar 22 persen, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab sekitar 3 persen.

Abbas juga menjelaskan bahwa sentimen positif atas kinerja pemerintah pusat menangani COVID-19 pada survei terakhir 10-12 Mei 2022 ini pun mengalami kenaikan dibanding hasil survei sebelumnya dalam setahun terakhir yang rata-rata di bawah 70 persen.

“Warga yang merasa puas dengan kinerja pemerintah dalam menangani wabah Covid-19 dan penyelengaraan mudik cenderung merasa puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Begitupun sebaliknya,” simpulnya.

Adapun survei ini dilakukan melalui telepon dengan target populasi warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 79 persen dari total populasi nasional. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD).

Sampel yang digunakan sebanyak 1.245 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei diperkirakan ±2.9 perssn pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih pada 10–12 Mei 2022.