Dr. Michael Ryan mengatakan, tingkat penularan COVID-19 yang tinggi antara orang-orang yang tidak divaksinasi di Korea Utara bisa memicu kemunculan varian baru yang lebih ganas

Ketika banyak negara sudah hidup berdamai Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19, Korea Utara (Korut) justru baru memulai perang dengan virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut. 

Apa yang terjadi di Korut saat ini telah memicu kekhawatiran besar karena kurangnya vaksin dan infrastruktur medis di negara itu.

Badan Kesehatan Dunia  atau World Health Organization (WHO) sebelumnya mengatakan, Korut belum memberi tahu secara resmi tentang wabah tersebut. Dan hal itu jelas-jelas melanggar kewajiban hukum negara itu di bawah Peraturan Kesehatan Internasional WHO.

Epidemiolog yang kini menjabat Direktur Kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Michael Ryan mengatakan, tingkat penularan COVID-19 yang tinggi antara orang-orang yang tidak divaksinasi di Korea Utara bisa memicu kemunculan varian baru yang lebih ganas.

"Ini sangat mengkhawatirkan jika ada negara tidak menggunakan alat yang tersedia sekarang," kata Mike Ryan, dikutip dari Reuters, Kamis (19/05/2022).

Dia juga menegaskan bahwa COVID-19 yang tidak terkendali di sebuah negara, seperti di Korea Utara, akan selalu meningkatkan risiko kemunculan varian baru.

"WHO telah berulang kali mengatakan bahwa di mana Anda memiliki penularan yang tidak terkendali, selalu ada risiko yang lebih tinggi memunculkan varian baru," tambahnya.

Sebelumnya, pihak WHO juga sudah memberi peringatan bahwa COVID-19 di Korea Utara akan menyebar dengan cepat. Apalagi mengingat program vaksinasi di negara tersebut belum juga terlaksana.