Terkait kebakaran di kilang minyak milik Pertamina (Kilang Balikpapan) pekan lalu, membuat Menteri BUMN Erick Thohir khawatir. Apalagi kilang ini terbakar dua kali dalam tiga bulan.

Sebelum tragedi kebakaran Kilang Balikpapan yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) untuk kedua kalinya Menteri Erick sudah pernah mengingatkan jajaran direksi Pertamina. 

"Pertamina waktu itu kan saya sudah coba mengingatkan dan bahkan menggantikan direksinya. Tentu, mengganti bukan menjadi solusi terus menerus," kata kepada wartawan, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Terkait dengan kebakaran kilang tersebut, Erick mengaku telah menghubungi langsung Direksi Pertamina. Tak hanya itu, dirinya juga menggelar rapat untuk memastikan standarisasi.

"Saya kemarin susah nelpon daripada direksi Pertamina, tadi saya juga rapat lagi untuk memastikan standarisasi yang baku. Karena kenapa ini kan vital," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Erick menyampaikan rasa empatinya kepada korban kebakaran di Kilang Minyak Balikpapan. Kebakaran tersebut, lanjut Erick, harus menjadi evaluasi untuk melakukan yang lebih baik.

"Dan terus terang saya sangat berempati untuk yang menjadi korban. Ini menjadi alasan kenapa kita harus lebih baik lagi," ucapnya.

Mengingatkan saja, kebakaran di Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (15/5/2022), menyebabkan satu orang meninggal dunia dan lima lainnya terluka.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Balikpapan menyampaikan Ely Chandra mengatakan, total ada lima korban dalam peristiwa kebakaran tersebut.

"Terdapat tiga orang luka bakar yang merupakan pekerja Pertamina dan saat ini tengah dilakukan upaya perawatan maksimal di RS Pertamina Balikpapan, 2 orang korban yang terpapar panas yang merupakan pekerja dari kontraktor telah mendapatkan perawatan di klinik dan telah kembali ke rumah. Sedangkan satu orang lagi tidak berhasil diselamatkan merupakan pekerja kontraktor," kata Ely Chandra.

Awalnya, kobaran api yang muncul di plant 5, Unit Hydro Skimming Complex, Kilang Minyak Balikpapan. Kemudian, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.31 Wita.

Plant 5 sendiri menghasilkan bahan baku gasoline, dan untuk memenuhi kebutuhan produksi bahan baku akan dilakukan pengoptimalan stok di tangki dan pengaturan produksi di kilang Balikpapan.

Tim internal saat ini terus melakukan upaya recovery operasional Kilang Balikpapan agar segera kembali beroperasi maksimal. Untuk sementara waktu, alih suplai sedang disiapkan, berkoordinasi dengan Pertamina Group. Hal itu untuk memastikan tidak adanya gangguan dalam suplai BBM kepada masyarakat.