Jadi saya melihat sampai saat ini ada (potensi kudeta), tapi tidak terlalu besar, atau belum besar lah, Kecuali kalau nanti dari keluarga Bung Karnonya sendiri yang kemudian melepaskan

Menanggapi munculnya analisa terkait pengambilalihan kekuasaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad Dadang Rahmat menilai ada potensi hal itu bisa terjadi walaupun belum signifikan.

Menurutnya, setiap partai politik selalu memiliki figur-figur yang secara kultural tidak mudah beralih kepada kelompok yang berbeda kulturnya.

"Kalau misalnya Golkar, Golkar itu relatif kalau dulu di awal-awalnya selalu militer, ke sininya pengusaha, dan bisa dari kelompok manapun, dari faksi-faksi yang selama ini ada di Golkar. Itu dinamis,” kata Dadang seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (24/5).

Begitu juga dengan PKB, menurutnya, partai ini tidak akan jauh dari lingkar-lingkar NU. Di partai ini juga pengaruh keluarga Gus Dur terbilang signifikan.

Pengamat komunikasi politik Universitas Padjadjaran (Unpad) ini menilai bahwa cita rasa banteng moncong putih sangat kental dengan keluarga Bung Karno.

Memang ada kemungkinan Megawati dikudeta seperti Gus Dur dikalahkan Cak Imin. Sebab dalam politik semua kemungkinan bisa saja terjadi.

Tapi peluang itu teramat kecil. Ini lantaran PDIP dibangun dengan landasan ideologis yang kultural, yakni ideologis dari keluarga Bung Karno.

“Jadi saya melihat sampai saat ini ada (potensi kudeta), tapi tidak terlalu besar, atau belum besar lah, Kecuali kalau nanti dari keluarga Bung Karnonya sendiri yang kemudian melepaskan," tandasnya.