Masinton hanya bisa memberikan label kepada Jokowi yang kini sulit mendengar masukan dari luar kabinet. Alih-alih, tak bisa memberikan kepastian terkait apa yang akan dilakukan PDIP apabila saran-saran yang diberikannya tak digubrus Jokowi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan terkesan sangat dominan di dalam kerja-kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut penilaian Politisi Parrtai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Masinton Pasaribu, pihaknya fokus terhadap persoalan dominasi Luhut tersebut dengan alasan sudah mendukung Jokowi menjadi presiden hingga dua periode.

Masinton Pasaribu mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan Jokowi untuk mengelola negara sesuai dengan fungsi ketatanegaraan Indonesia.

"Kita ini bukan menganut sistem parlementer. Parlementer itu perdana menteri dipilih oleh parlemen, dia memperoleh mandat rakyat hasil Pemilu. Nah ini 'kan kacau," ujar Masiton saat diwawancara Refly Harun dalam kanal Youtubenya, Rabu malam (25/05/2022).

"Ini yang dianggap (perdana menteri) oleh presiden tidak ada mandat langsung dari rakyat, tapi mengurusi banyak hal dan presiden akhirnya urusannya simbolik seremonial aja," sambungnya memaparkan.

Menurut Masinton, peranan yang diberikan Jokowi kepada Luhut banyak yang di luar tugasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Ini aneh, baru ini terjadi satu menteri mengurusi berbagai urusan," imbuhnya.

Maka dari itu, Masinton hanya bisa memberikan label kepada Jokowi yang kini sulit mendengar masukan dari luar kabinet. Alih-alih, tak bisa memberikan kepastian terkait apa yang akan dilakukan PDIP apabila saran-saran yang diberikannya tak digubrus Jokowi.

"Kalau kemudian diingatkan, cuek bebek, ini bebal namanya. Baja yang baik kan yang tebal, (tapi) penguasa yang tidak baik penguasa yang bebal," demikian Masinton.