Kekayaan itu menjadikannya sebagai salah satu orang terkaya di Asia. Lelaki 25 tahun itu pun masuk ke dalam jajaran miliarder Forbes bersama dengan Elon Musk dan Jeff Bezos

Muda, kaya raya, dan rendah hati. Itulah penilaian yang tersemat di sosok Wang Zelong. Berdasarkan data Forbes, total kekayaan Wang Zelong, pemuda kelahiran Jiaozuo, China itu mencapai US$1,2 miliar atau setara dengan Rp17,43 triliun.

Kekayaan itu menjadikannya sebagai salah satu orang terkaya di Asia. Lelaki 25 tahun itu pun masuk ke dalam jajaran miliarder Forbes bersama dengan Elon Musk dan Jeff Bezos.

Dia juga masuk jajaran 12 orang muda terkaya dunia setelah Kevin David Lehmann yang berusia 19 tahun.

Mengutip berbagai sumber, Wang Zelong lahir tahun 1996, lulusan Akademi Film Beijing Jurusan Perencanaan Proyek Film dan Televisi. Ayahnya bernama Wang Deliang, sosok berpengalaman di bidang perdagangan dan industri kimia.

Latar belakang ayahnya di industri kimia itulah yang kemudian memberi arah pada hidup Wang Zelong. Ia terpesona dengan bisnis dan keuntungan di industri manufaktur kimia sejak kecil.

Dengan pengaruh ayahnya, Wang sudah berinvestasi di bidang industri kimia sejak belia. Arah hidup Wang semakin berubah pada 2017 lalu setelah dia menyaksikan sebuah film dokumenter tentang reformasi BUMN China ' Survival in Despair'.

Film ini menggugah banyak orang karena mendorong mereka memperbaiki China Nuclear Titanium Dioxide, sebuah perusahaan terkemuka di industri titanium dioksida domestik China. 

Perusahaan yang berdiri pada 1989 dan bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan, produksi dan penjualan titanium dioksida rutil itu diketahui sedang kacau.

Pada 2009, perusahaan terkena dampak krisis keuangan global. Modal kerja mengetat sehingga kesulitan dalam menjalankan produksi secara normal.

Wang Zelong yang menonton film dokumenter itu terkejut dan mulai memiliki minat kuat pada titanium dioksida CNNC Titanum Dioxidie. Dan kesempatan itu akhirnya datang.

Pada 2019, saat Wang Zelong baru saja menyelesaikan studinya, dia mendengar informasi bahwa Li Jianfeng, pengusaha swasta yang pada 2011 lalu masuk ke CNNC Titanium Dioxide untuk menyelamatkan perusahaan tersebut berencana mengalihkan kendali perusahaan.

Wang Zelong menghubunginya dan kemudian membeli CNNC Titanum Dioxide dengan harga 1,6 miliar yuan. Dengan proses itu ia menjadi pemegang saham terbesar dengan rasio kepemilikan 27,05 persen.

Setelah itu, Wang Zelong langsung melakukan transformasi dan perbaikan pada CNNC Titanum Dioxide. Upayanya mendapatkan respons positif dari pasar.

Harga saham perusahaan pun melonjak lebih dari 100 persen. Lonjakan mendongkrak nilai kekayaan Wang sampai jadi US$1,5 miliar. Sejak saat itulah, nama Wang Zelong yang baru berusia 23 tahun menjadi buah bibir. Setelah memasuki CNNC, Wong melesat menjadi orang terkaya termuda di dunia.

Tak puas dengan keberhasilannya di bidang industri kimia, Wang Zelong melebarkan sayap bisnisnya. Ia merambah industri film dan televisi.

Saat ini Wang menjabat sebagai direktur eksekutif dan manajer umum Zhejiang Dongyang Hoamei Film Co., Ltd., Ia menjadi pemegang 90 persen ekuitas perusahaan. Dia juga mengendalikan 77 persen ekuitas Jiuzi Film Co.

Meski dia adalah salah satu milenial terkaya di Asia, Wang Zelong ternyata memiliki kehidupan pribadi yang sangat tertutup. Sedikit sekali informasi yang bisa digali tentang dirinya.

Ia minim menyimpan jejak digital. Maklum, dia tidak memiliki akun media sosial resmi atau profil online profesional.