Bagi pemain saham tentunya tak asing dengan nama Lo Kheng Hong. Ya, betul. Dia adalah pemain saham senior yang benar-benar merangkak dari bawah. Kini, pria berjuluk Warren Buffet-nya Indonesia ini, tidur pun dapat cuan.

Namun, bukan berarti investasinya di  modal berjalan mulus. Tidak selalu melahirkan untung. Buntung pun pernah

Dalam podcast SPOD yang disiarkan di kanal YouTube Syailendra Capital, dikutip Rabu (1/6/2022), Lo Kheng Hong membeberkan lelaku bisnisnya di lantai bursa

Dalam kesempatan ini, Pak Lo, sapaan akrabnya, bercerita pengalaman tekor besar di pasar saham pada 20016.

"Sebenarnya pada 2016, termasuk krisis buat saya. Karena, saham yang saya beli, dan uang saya begitu banyak, tapi sahamnya jatuh ke Rp50. Pokoknya tadinya uang saya banyak sekali. Jadi, itu seperti hilang 90 persen," kata Pak Lo

Namun, dirinya teyap sabar dan yakin. Duit yang diinvestasikannya itu bakal menjadi cuan alias untung di kemudian hari.

Feeling dia benar. Masa-masa yang disebutnya krisis tadi, bisa dilewatinya. "Tapi saya bisa melewati krisis itu. Saya tidak berfokus pada kehilangan uang saya yang gede itu, tapi saya berfokus pada uang yang masih ada, sisa uang saya. Jadi saya happy, kenapa? Meskipun uang saya hilang 90 persen, yang sisa 10 persennya saya masih kaya, masih lebih kaya dari orang banyak," paparnya.

Saat itu, lanjut Lo Kheng Hong, ada seorang temannya menyampaikan kabar yang menyebut dirinya bangkrut. Namun, Lo Kheng Hong membantah kabar tersebut karena dirinya tak punya utang, juga masih tercatat sebagai pemegang saham PT Petrosea Tbk (PTRO).

"Tahun 2016 harga saham Petrosea Rp 285, nilai bukunya 2.000. Sekarang kan terbukti. Dan, saya juga ingat ada satu statement, kalau engkau kehilangan uangmu, engkau tidak kehilangan apa-apa, kalau engkau kehilangan kesehatanmu, engkau kehilangan sesuatu, kalau engkau kehilangan karaktermu engkau kehilangan segalanya. Jadi itu tidak membuat saya stres, saya tetap happy," jelas Pak Lo.