Pembangunan infrastruktur jalan TRSS-2 bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan di seluruh Jawa bagian Selatan.

Kementerian Keuangan menandatangani perjanjian kerja sama pembiayaan pembangunan infrastruktur jalan Trans South-South tahap 2 (TRSS-2) bersama Bank Pembangunan Islam (IsDB). Nilai dukungan pembiayaan yang dikucurkan sebesar 150 juta dolar AS atau setara Rp Rp 2,16 triliun (kurs Rp 14.446/dolar AS). Ruas jalan yang akan dibangun berlokasi di Jawa Timur dan DI Yogyakarta.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman dengan Vice President (Operation) IsDB Mr. Mansur Muhtar. Acara penandatanganan disaksikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beserta Presiden IsDB Dr. Muhammad Sulaiman Al Jaseer dan dilakukan dalam rangkaian sidang tahunan IsDB.

“Melalui perjanjian ini, IsDB akan memberi pembiayaan sebesar 150 juta dolar AS dari total biaya pembangunan TRSS-2 sebesar 450 juta dolar AS (Rp 6,5 triliun) dengan skema yang sesuai dengan prinsip syariah islam,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Rahayu Puspasari dalam keterangan resminya (6/6).

Adapun ruas jalan yang akan dibangun berlokasi di Provinsi Jawa Timur dan DI Yogyakarta. Ini akan meliputi wilayah Kabupaten Tulungagung, Blitar, Malang, dan Bantul. Jalan tol tersebut diestimasikan memiliki panjang sekitar 67,78 km, termasuk jembatan sepanjang 443,1 meter.

Puspa menyebut pembangunan infrastruktur jalan TRSS-2 bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan di seluruh Jawa bagian Selatan. Selain itu, adanya jalan TRSS-2 ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan transportasi jalan.

Keterlibatan IsDB di proyek ini merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya turut memberikan pinjaman untuk proyek TRSS-1 dengan nilai 250 juta dolar AS. Pinjaman saat itu meliputi Service Ijarah 15 juta dolar AS dan Istisnaa 235 juta dolar AS.

Perjanjian pembiayaan tersebut ditandatangani pada tanggal 16 Mei 2017 dan akan berakhir pada tahun 2023. Pembangunan infrastruktur TRSS-1 sepanjang 100 km dilaksanakan sebagai upaya Pemerintah menyambung koridor selatan pulau Jawa sepanjang 1.400 km.

"Dengan kondisi transportasi yang semakin lancar dan singkat, pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut diharapkan akan semakin meningkat dan dapat mendorong kenaikan pendapatan masyarakat,” ujar Puspa dikutip katadata.co.id.

Ia mengatakan, pembiayaan TRSS ini merupakan bagian dari keseluruhan komitmen kerja sama pemerintah RI dan IsDB untuk terus mengembangkan kemitraan pembangunan dan mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia. Saat ini IsDB membiayai lima proyek kegiatan di Indonesia di sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pertanian dan perhubungan dengan total nilai lebih dari US$ 1 miliar.

Indonesia dan IsDB juga sedang merumuskan Member Country Partnership Strategy (MCPS) untuk periode 2022 – 2025. MCPS tersebut akan mendorong pelaksanaan pembangunan melalui dua pillar, yaitu pembangunan infrastruktur yang hijau dan berkelanjutan dan pengembangan sumber daya manusia.

Pemerintah akan segera mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur di beberapa daerah pada 2024, khususnya di Pulau Jawa. Nilai dari proyek tersebut diketahui mencapai triliunan rupiah.