Negara-negara Teluk adalah tujuan utama bagi pekerja luar negeri India, terhitung 8,7 juta dari total 13,5 juta di seluruh dunia. Mereka juga importir besar produk dari India dan tempat lain. Kuwait mengimpor 95 persen makanannya menurut menteri perdagangan

Sebuah supermarket di Kuwait menarik produk-produk India sebagai protes penghinaan Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam oleh dua politisi Partai Bharatiya Janata (BJP) sayap kanan yang berkuasa di India. 

Pekerja di toko Al Ardiya Co-Operative Society menumpuk teh India dan produk lainnya ke dalam troli belum lama ini.

Di supermarket di luar Kota Kuwait, karung beras dan rak rempah-rempah dan cabai ditutupi dengan lembaran plastik. Tanda-tanda tercetak dalam bahasa Arab berbunyi: "Kami telah menghapus produk India".

"Kami, sebagai orang Muslim Kuwait, tidak menerima penghinaan terhadap Nabi," kata Nasser al Mutairi, CEO toko tersebut seperti dikutip laman TRT World, Rabu (08/06/2022).  

Seorang pejabat di bidang rantai pasokan mengatakan boikot seluruh perusahaan tengah dipertimbangkan. Arab Saudi, Qatar dan negara-negara lain di kawasan itu, serta Universitas Al Azhar yang berpengaruh di Kairo, telah mengutuk pernyataan penghinaan terhadap Nabi dan istrinya Aisyah dalam debat TV oleh juru bicara partai Perdana Menteri India Narendra Modi, Nupur Sharma. 

Sejak itu ia dinonaktifkan dari jabatannya. Juru bicara BJP lainnya dan kepala media partai Delhi Naveen Kumal Jindal dikeluarkan dari partai sayap kanan atas komentar yang dia buat tentang Nabi Muhammad di Twitter. Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara terbaru yang menyuarakan kecamannya atas pernyataan tersebut. 

Pihak UEA mengatakan bahwa pernyataan itu bertentangan dengan nilai dan prinsip moral dan kemanusiaan. Kementerian luar negeri UEA menggarisbawahi perlunya menghormati simbol-simbol agama dan melawan ujaran kebencian.

Dalam kritik lebih lanjut terhadap pejabat India, Dewan Kerjasama Teluk, sebuah kelompok payung untuk enam negara Teluk, mengutuk, menolak dan mencela komentar politisi India itu.

Negara-negara Teluk adalah tujuan utama bagi pekerja luar negeri India, terhitung 8,7 juta dari total 13,5 juta di seluruh dunia. Mereka juga importir besar produk dari India dan tempat lain. Kuwait mengimpor 95 persen makanannya menurut menteri perdagangan.

Pernyataan kontroversial itu menyusul meningkatnya kekerasan yang menargetkan minoritas Muslim India yang dilakukan oleh nasionalis Hindu. Ini telah dikuatkan oleh sikap diam Modi tentang serangan semacam itu sejak ia pertama kali terpilih pada tahun 2014.

Selama bertahun-tahun, Muslim India sering menjadi sasaran dalam segala hal, mulai dari gaya makanan dan pakaian mereka hingga pernikahan antaragama.  Kelompok hak asasi manusia seperti Human Rights Watch dan Amnesty International telah memperingatkan bahwa serangan dapat meningkat.

Mereka juga menuduh partai pemerintahan Narendra Modi melihat ke arah lain dan terkadang memungkinkan ujaran kebencian terhadap Muslim. 

Tercatat terdiri dari 14 persen dari 1,4 miliar penduduk India tetapi masih cukup banyak untuk menjadi populasi Muslim terbesar kedua di negara mana pun. Kendati begitu Partai Modi membantah tuduhan itu, tetapi Muslim India mengatakan serangan terhadap mereka dan keyakinan mereka meningkat tajam.

Ulama Minta Negara Islam Bersikap

Ulama Afrika, Syekh Muhammad al-Hassan Walid al-Didu al-Shanqiti menyerukan umat untuk menunjukkan sikap atas penghinaan pejabat India kepada Nabi Muhammad dan Ummul Mukminin Aisyah. Sikap ini jelas dikatakannya menjadi kewajiban atas penghinaan kepada Nabi dan Islam. 

"Kewajiban umat Islam terhadap orang-orang yang menghina Islam dan Nabinya yang mulia SAW, adalah memboikotnya secara politik dan ekonomi untuk mendukung Allah, Rasul-Nya dan kaum Muslimin. Tidak ada kebaikan dalam hubungan diplomatik yang tidak menjaga harkat dan martabat bangsa,"kata Syekh al-Didu di Twitter, Ahad (5/6/2022).

Kepala pengembangan cendekiawan Muslim Afrika ini mengutip ayat Alquran terkait balasan Allah SWT atas orang-orang yang menghina Rasulullah. Karena itu, sebagai umat Nabi, setiap Muslim perlu mengambil sikap. 

"إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ (Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus), sebuah ayat abadi dari Kitab Allah yang berbicara tentang orang-orang yang berani menghina Rasulullah. Jadi tidak ada gunanya kita jika kita tidak mendukungnya dan memboikot orang-orang yang menyinggungnya sampai mereka menyadari kesalahan yang mereka lakukan dan meminta maaf," tambahnya. 

Syekh Hassan al-Didu mengutip surat Al Kautsar ayat tiga yang menjelaskan tentang orang-orang yang membenci Nabi. Dalam tafsir Al-Muyassar dijelaskan, "Sesungguhnya orang yang membencimu dan membenci apa yang kamu bawa, dari hidayah dan cahaya,adalah orang yang tidak meninggalkan jejak kebaikan, terputus dari segala kebaikan." 

Dalam tafsir as-Sa'di, Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan, “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, yaitu orang yang tidak suka, mencela dan menghinamu, “dialah yang terputus,” yakni terputus dari semua kebaikan, terputus amal dan reputasi (nama) baiknya. Sementara Muhammad adalah sosok yang benar-benar sempurna yang memiliki kesempurnaan yang membuat manusia mengagungkan sebutannya dan banyak penolong serta pengikutnya."

Mufti Besar Oman juga menyerukan boikot massal terhadap produk India di negara-negara Timur Tengah. Beberapa toko dilaporkan telah menarik produk India setelah kontroversi tersebut. Banyak pengguna kemudian mengaitkan kontroversi ini dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

"Rencana yang kurang ajar dari juru bicara resmi untuk partai ekstremis yang berkuasa di India melawan Rasulullah SAW dan Ibu kaum beriman Aisyah RA adalah perang melawan setiap Muslim di Timur dan Barat bumi. Dan ini adalah masalah yang melibatkan semua Muslim untuk bangkit sebagai satu bangsa," tulis Mufti Besar Oman Syekh Al-Khalili di Twitter. 

Kemenlu RI Panggil Dubes India

Sementara Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemenku RI) memanggil Duta Besar India untuk RI terkait pernyataan juru bicara (Jubir) Partai Bharatiya Janata yang berkuasa di India, Nupur Sharma. Pada pertemuan itu Kemlu RI mengutuk keras pernyataan politikus India itu.

Jubir Kemlu RI, Teuku Faizasyah mengatakan Dubes India untuk RI Manoj Kumar Bharti diterima langsung oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Abdul Kadir Jailani. Pertemuan digelar pada Senin (06/06/2022) sore.

"Memang Dirjen Aspasaf menerima Dubes India sore ini di Kemlu terkait komentar tersebut," kata Jubir Kemlu RI Teuku Faizasyah.

Faizasyah tidak menjelaskan lebih rinci isi pertemuan itu. Faizasyah kemudian mengungkap sikap Kemenlu terhadap pernyataan politikus India itu yang telah disampaikan melalui Twitter Kemlu.

"Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua orang politisi India. Pesan ini telah disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta," tulis Kemlu dalam akun Twitter resminya.

BJP merupakan partai berkuasa di India yang juga merupakan partai dari Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Seperti dilansir Times of India dan India Today, Senin (06/06/2022), komentar bernada menghina Nabi Muhammad yang dilontarkan Nupur Sharma, yang juga menjabat juru bicara BJP ini, telah memicu kerusuhan sarat kekerasan di Kanpur, Uttar Pradesh.