Nupur Sharma mengatakan, dirinya bahkan juga menghadapi ancaman perkosaan. Politisi perempuan itu juga meminta semua media untuk tidak mempublikasikan alamatnya

Juru Bicara Partai Penguasa Bharatiya Janata (BJP) India, Nupur Sharma saat ini sedang ketakutan. Usai menerima sanksi penonaktifan dari BJP, dirinya juga sedang menghadapi ancaman pembunuhan dan pemerkosaan dari piahk-pihak tidak dikenal.

Hal tersebut menyusul ucapan bernada menghina dan merendahkan Nabi Muhammad Salallaahu Alaihi Wassalam di sebuah acara debat terbuka sebuah stasiun televisi.

Nupus Sharma pun kemudian melaporkan ancaman tersebut kepada kepolisian New Delhi. Sementara Kepolisian Delhi seperti dilansir The Hindu Rabu (07/06/2022) sedang memeriksa laporan tersebut. 

"Sebuah pengaduan telah diajukan oleh Nupur Sharma terhadap sejumlah orang karena mengeluarkan ancaman pembunuhan kepadanya," kata juru bicara Kepolisian Delhi, Suman Nalwa.

Nupur Sharma bahkan menyeru media India dan masyarakat umum agar tidak mempublikasikan detail pidatonya yang dianggap menistakan Nabi Nabi Muhammad Salallaahu Alaihi Wassalam.

“Saya minta untuk tidak mempublikasikan pidato saya karena ada ancaman keamanan bagi saya dan keluarga,” katanya.

Nupur Sharma mengatakan, dirinya bahkan juga menghadapi ancaman perkosaan. Politisi perempuan itu juga meminta semua media untuk tidak mempublikasikan alamatnya. 

“Ada ancaman keamanan bagi keluarga saya,” ujar dia.

Sebelumnya, Partai BJP India telah menangguhkan Nupur Sharma dari keanggotaan utama partai dan mengusir pimpinan BJP Delhi Naveen Kumar Jindal atas pernyataan kontroversial mereka yang ditujukan pada minoritas Muslim.

Akibatnya Nupur Sharma pun menarik pernyataannya. 

“Saya tidak pernah bermaksud untuk menyakiti perasaan keagamaan siapa pun,” katanya tanpa mengucapkan sepatah pun permintaan maaf.

Nupur Sharma, beberapa hari yang lalu, dilaporkan membuat komentar kontroversial selama acara debat di TV. Ia dianggap menghina Nabi Muhammad Salallaahu Alaihi Wassalam yang memicu kecaman besar dan protes dari umat Islam India bahkan negera-negara Arab termasuk Saudi Arabia.