Dua demonstran meninggal ditembak mati polisi saat melakukan demonstrasi di Kota Ranchi, India.

Dua demonstran meninggal ditembak mati polisi saat melakukan demonstrasi di Kota Ranchi, India. Demo tersebut dipicu pernyataan politisi India, Nupur Sharma yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW.

"Polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk membubarkan pengunjuk rasa sehingga mengakibatkan kematian dua orang," ujar seorang petugas polisi Ranchi kepada AFP.

Polisi mengatakan bahwa tembakan ini perlu dilakukan setelah massa melanggar perintah untuk tidak berjalan dari masjid menuju pasar.

Pada saat demo, para pengunjuk rasa juga melemparkan pecahan botol dan batu kepada polisi yang berusaha membubarkan massa menggunakan tongkat.

Buntut insiden itu, koneksi internet dan jam malam diberlakukan di Ranchi. Menurut keterangan dari penduduk sekitar, suasana di tengah dan sekitar kota Ranchi masih diliputi ketegangan sampai hari Sabtu (11/06) waktu setempat.

Di kesempatan lain, kepolisian di negara bagian Uttar Pradesh juga mengaku telah menembakkan gas air mata terkait beberapa demonstrasi yang juga digelar di beberapa area di India bagian utara.

"Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang terlibat dalam pelemparan batu dan bentuk kekerasan apa pun," ujar Sekretaris Pemerintah Uttar Pradesh, Avanish Awasthi.

Prashant Kumar, seorang perwira polisi senior di negara bagian itu, mengatakan pihaknya menahan 136 orang di enam distrik sekitar Uttar Pradesh.

Protes keras yang berlangsung di beberapa wilayah di India dan negara tetangga ini diketahui bermula dari pernyataan Nupur Sharma yang dituding menghina Nabi Muhammad dalam sebuah debat di televisi.

Nupur Sharma merupakan juru bicara dari partai yang kini berkuasa di India, yakni Partai Bharatiya Janata (BJP). Sebagaimana diberitakan NDTV, ia juga berprofesi sebagai advokat.

Ia kini telah dinonaktifkan sebagai jubir BJP. Namun sejak komentarnya tersebut, umat Muslim India dan negara sekitar turun ke jalan untuk berdemo sejak Jumat (10/6). 

Dilansir dari laporan The Straits Times, komentar Sharma juga menuai kecaman beberapa negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, Qatar, dan Kuwait.