Karir politik Zulkifli Hasan sedikit tercoreng setelah namanya terseret kasus korupsi alih fungsi hutan di Riau. Mantan Gubernur Riau, Annas Maamun, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan 'menitipkan' permohonan alih status hutan Riau oleh PT Duta Palma itu kepada Zulhas

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), menjadi salah satu tokoh yang mengisi posisi menteri pada reshuffle Kabinet Indonesia Maju kali ini.  

Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto dan Ketua DPP PAN Bima Arya, mengonfirmasi bahwa ketua umumnya itu dipanggil ke istana pada Selasa, (14/06/2022).

Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno menduga kemungkinan ketua umumnya diminta membantu Presiden Jokowi di kabinet sebagai Menteri Perdagangan.

"Kalau saya diminta menebak, Mendag. Mudah-mudahan tebakannya pas," ujar Eddy lewat pesan singkat.

Berikut ini merupakan profil dan perjalanan karier politik dari Zulkifli Hasan:

Zulkifli Hasan lahir di Lampung Selatan pada 17 Mei 1962 atau kini sudah berusia 59 tahun. Zulhas, sebutan akrabnya, menikah dengan Soraya Muhammad Ali dan memiliki empat orang anak.

Mereka antara lain Futri Zulya Savitri yang menikah dengan putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais. Kemudian ada Zita Anjani yang merupakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Rafi Haikal, dan M. Farras Nugraha.

Mengutip dari situs dpr.go.id, Zulhas menempuh pendidikan sejak SD hingga SMP di Lampung. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMA 53 Jakarta pada tahun 1979-1982. 

Zulhas mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana pada tahun 1989 - 2001. Ia kemudian menempuh pendidikan Magister Manajemen di Sekolah Tinggi manajemen PPM dan lulus pada tahun 2003. 

Sebelum berkarir di dunia politik, Zulhas aktif di organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah. Hal itu kemudian membuat dia bergabung dengan Partai Amanat Nasional atau PAN yang didirikan oleh Amien Rais pada awal reformasi. 

Zulhas memilih PAN karena mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Muhammadiyah, organisasi Islam yang identik dengan PAN. Selama menjabat di PAN, Zulhas terpilih mengurus bidang logistik. 

Zulhas terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2004 dengan daerah pemilihan Lampung. Partai berlambang matahari itu kemudian mempercayai Zulhas sebagai Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional di DPR RI. Dia pun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PAN untuk periode 2005-2010.

Setelah masa jabatannya sebagai anggota dewan habis, Zulhas ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sebagai Menteri Kehutanan Periode 2009-2014. Zulhas mengakui terpilihnya dia sebagai Menteri Kehutanan karena andil Ketua Umum PAN saat itu, Hatta Rajasa yang memiliki kedekatan dengan SBY. 

Terseret Kasus Korupsi Alih Fungsi Lahan
 
Karir politik Zulkifli Hasan sedikit tercoreng setelah namanya terseret kasus korupsi alih fungsi hutan di Riau. Mantan Gubernur Riau, Annas Maamun, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan 'menitipkan' permohonan alih status hutan Riau oleh PT Duta Palma itu kepada Zulhas.

Zulhas pun sempat menjadi saksi dalam persidangan Annas yang digelar pada April 2015. Dia mengaku menandatangani Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 673 tahun 2014 soal tata ruang di Provinsi Riau tersebut. Namun dia membantah adanya korupsi dalam pengalihan status hutan itu.

Dia mengaku menandatangani surat keputusan tersebut berdasarkan usulan dari Pemerintah Daerah Proivinsi Riau yang diajukan pada tahun 2009, 2010, 2011, dan 2012. Alasannya menerbitkan Surat Keputusan itu lantaran sudah 20 tahun lebih tata ruang Provinsi Riau tidak kunjung selesai.

Setelah selesai menjadi menteri, Zulhas kembali berlaga pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Lampung dan kembali terpilih di MPR RI. Ia kemudian dilantik menjadi Ketua MPR periode 2014-2019. Di tahun yang sama, Kongres PAN memilih Zulhas menjadi Ketua Umum, menggantikan Hatta Rajasa.

Selain sukses di karier politik, Zulhas juga sukses sebagai pengusaha. Hal ini terbukti dari empat perusahaan yang didirikannya, yakni PT Batik Eka Perkasa, PT Sarana Bina Insani, PT, PT Hudayasafari Travel, dan PT Panamas Mitra Inti Lestari. Di semua perusahaan itu, Zulhas menduduki jabatan Presiden Direktur hingga Komisaris Utama.

Karier politik Zulkifli Hasan juga sempat dilanda isu soal ketidakcocokannya dengan Amien Rais yang juga merupakan besannya. Amien disebut tak setuju dengan sikap politik Zulhas yang tampak ingin merapat ke pemerintahan Presiden Jokowi. Dalam sebuah video, Amien sempat mengkritik pedas pemerintah karena terus menumpuk utang.

Amien lantas keluar dari PAN dan mendirikan Partai Ummat pada tahun lalu.  Pada April lalu, putra Amien Ahmad Mumtaz Rais dan istrinya yang merupakan putri Zulkifli Hasan, Futri Zulya Savitri, pun menjalani proses perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. 

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto, mengatakan, Ketum PAN, Zulhas mendapat tugas di Kabinet Indonesia Maju. 

Disebutkannya, Rabu (15/06/2022) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinet. Meski demikian, Bima Arya belum bisa menyebutkan tugas apa yang nanti akan diemban oleh Zulhas.

“Ketum kami yang Insya Allah akan mendapatkan tugas di kabinet. Tunggu nanti siang saja ya (pengumuman reshuffle menteri, Red),” kata Bima Arya, Rabu (15/06/2022).

Bima Arya menampik jika namanya masuk dalam daftar reshuffle kabinet. Sebab, saat ini ia masih fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Bogor hingga 2024 nanti.

Lebih lanjut, ia mengaku juga belum memastikan ke mana ia akan bergerak setelah menjadi Wali Kota Bogor. Baik ke Jawa Barat maupun ke DKI Jakarta. 

“Saya fokus selesaikan tugas di Bogor. Belum pastikan juga setelah ini ke mana,” tuturnya.

Sumber di pemerintahan  menyebutkan, dikabarkan ada dua menteri yang akan terkena perombakan kabinet kali ini. Yakni Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi dan Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil.

Jokowi dikabarkan akan menunjuk Ketum PAN Zulkifli Hasan untuk menggantikan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. Sementara mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto akan menggantikan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil.

Saat dikonfirmasi ke Ketum PAN, Zulkifli Hasan apakah telah menerima undangan pelantikan menteri di Istana siang hari ini, ia hanya meminta untuk menunggu.

"Kita tunggu nanti siang," jawab Zulkifli Rabu pagi (15/06/2022).