Jurnalis Inggris, Dom Phillips dan ahli suku adat, Bruno Pereira dinyatakan hilang di pedalaman hutan Amazon sejak Minggu (05/06)

Jurnalis Inggris, Dom Phillips dan ahli suku adat, Bruno Pereira dinyatakan hilang di pedalaman hutan Amazon sejak Minggu (05/06) lalu.

Phillips adalah seorang reporter lepas yang menulis untuk The Guardian dan Washington Post. Sebelum kejadian itu menimpanya, dia sedang mengerjakan sebuah buku terkait Amazon. Ia ditemani Pereira.

Terakhir, keduanya terpantau sedang menaiki kapal di dekat pintu masuk Wilayah Adat Lembah Javari yang berbatasan dengan Peru dan Kolombia.

Terkait hilangnya Phillips dan Pereira, polisi Brasi pada Selasa (14/06), menangkap Oseney da Costa de Oliveira. Oleh polisi Oliveira (41) ditetapkan sebagai tersangka.

Pria yang juga dikenal sebagai Dos Santos itu ditahan sementara karena dicurigai terlibat dalam kasus hilangnya Phillips dan Pereira.

Pada pekan lalu, polisi Brasil menangkap saudara Oseney da Costa de Oliveira, yakni Amarildo da Costa de Oliveira alias Pelado di Sao Gabriel.

Desa itu merupakan lokasi di mana kedua korban terakhir terlihat pada 5 Juni. Kedua tersangka kini ditahan di kantor polisi di Atalaia do Norte. Saat ditangkap atas dugaan pembunuhan, Oseney tidak membantah.

"Dia ditangkap atas dugaan pembunuhan berdasarkan keterangan saksi yang menempatkan kedua tersangka di tempat kejadian perkara," kata seorang penyelidik polisi, Alex Perez, dikutip dari Reuters, Rabu (15/06).

Dom Phillips dan Bruno Pereira hilang di daerah hutan terpencil di dekat perbatasan dengan Kolombia dan Peru. Wilayah itu rumah bagi masyarakat adat terbesar di dunia yang belum tersentuh.

Area tersebut telah memikat geng penyelundup kokain, penebang liar, penambang, dan pemburu.

Kabar hilangnya Phillips dan Pereira telah menggema ke seluruh dunia. Organisasi hak asasi manusia, aktivis lingkungan dan pendukung kebebasan pers mendesak Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, untuk meningkatkan pencarian.

Para pengunjuk rasa pribumi berjalan ke Kementerian Kehakiman Brasil untuk menuntut keadilan dan jawaban pada Selasa (14/06).

Bolsonaro mengatakan, kedua korban melakukan petualangan yang umumnya tidak direkomendasikan. Dia berspekulasi bahwa mereka bisa saja telah dieksekusi.

Pada Minggu (12/06), polisi mengatakan, para pencari telah menemukan barang-barang milik Pereira dan Phillips di sebuah sungai di dekat tempat mereka terakhir terlihat.

Sementara Juru Bicara Koordinasi Persatuan Masyarakat Adat Lembah Javari (UNIVAJA) mengatakan, proses pencarian sudah hampir berakhir tanpa membuahkan hasil. Sebab, area yang tersisa untuk pencarian semakin menyusut.

Pengacara UNIVAJA, Eliesio Marubo, mengatakan, para pencari pribumi telah memberi tahu pihak berwenang setelah menemukan kedua korban untuk membantu memfokuskan pencarian.

"Kami memahami bahwa kami sedang menuju akhir. Area pencarian semakin berkurang," kata Marubo pada Senin (13/06) malam waktu setempat.