APBI kata Hendra, akan terus meladeni permintaan beberapa potensial buyer dari Polandia dan Jerman yang difasilitasi oleh KBRI setempat

Indonesia jelas ketiban 'durian runtuh' dari ekspor batu bara. Negara-negara di Uni Eropa seperti Jerman, Polandia, hingga India sudah melobi Indonesia untuk melakukan ekspor batu baranya ke negara-negara tersebut.

Permintaan batu bara Indonesia itu tak terlepas dari sanksi negara-negara Uni Eropa terhadap Rusia akibat invasi yang dilakukannya di Ukraina.

Khusus untuk India, saat ini negara Bollywood itu sedang mengalami krisis listrik karena terjadinya gelombang panas yang mengakibatkan kebutuhan batu bara untuk pembangkit melonjak tinggi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia membenarkan, bahwa sudah ada beberapa permintaan ekspor ke Eropa. Bahkan, sudah ada kegiatan ekspor batu bara yang dilakukan.

Akan tetapi, Hendra tidak mengetahui detil berapa banyak ekspor batu bara ke Eropa tersebut. 

"Progresnya bagus. Dengar-dengar sudah ada ekspor ke beberapa negara Eropa. kemarin sore dengan buyer dari Polandia, infonya sudah ada ekspor yang jalan," terang Hendra, Kamis (16/06/2022).

Pastinya, APBI kata Hendra, akan terus meladeni permintaan beberapa potensial buyer dari Polandia dan Jerman yang difasilitasi oleh KBRI setempat.

"Selain itu kedubers Polandia juga aktif memfasilitasi perusahaan dari Polandia yang berkunjung ke Jakarta," ungkap Hendra.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pihak Jerman mengungkapkan keinginannya untuk kerja sama suplai batubara dari Indonesia pada pertemuan antara Menteri ESDM dengan CEO Asosiasi Perusahaan Batubara di Jerman (VDKI)

Berkenaan dengan India, kata Hendra, ia mendengar, akhir bulan ini akan ada kunjungan dari Kementerian Pertambangan Batu Bara India ke Jakarta terkait dengan permintaan ekspor batu bara dari Indonesia.

"Kabarnya akan bertemu dengan pak Dirjen Minerba (Ridwan Djamaluddin) juga," jelas dia.

Seperti diketahui, pada tahun 2022 ini produksi batu bara RI ditargetkan mencapai 663 juta ton dan konsumsi dalam negeri sebesar 165,7 juta ton. Berdasarkan data MODI Kementerian ESDM, sampai pada 16 Juni 2022 ini produksi batu bara RI sudah menembus 270,24 juta ton