Selain 2 perusahaan itu, beberapa perusahaan baterai mobil listrik lainnya, seperti Foxconn dan Tesla juga sedang dalam proses penjajakan untuk membangun fasilitas produksi baterai mobil listrik di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi, Indonesia berpeluang menjadi salah satu produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia pada tahun 2027.

Hal itu disampaikan Luhut pada Rapat Kerja Kemenko Marves dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI beberapa waktu lalu.

"Kita (Indonesia) tahun 2027 akan jadi produsen lithium baterai kalau nggak nomor 1 ya nomor 2," jelas Luhut.

Terbukanya peluang itu, kata Luhut, dikarenakan saat ini beberapa produsen baterai lithium-ion terbesar di dunia akan membangun fasilitas produksi mereka di Indonesia.

"Karena kita punya semua, Pak. Ada CATL, ada LG, Insya Allah ada Tesla, ada siapa lagi, pemain besar itu. Semua ada di kita," terang Luhut.

Dengan banyaknya fasilitas produksi baterai di Indonesia, kata Luhut, maka akan berdampak positif terhadap meningkatnya perekonomian di tanah air.

"Kalau kita sampai pada lithium baterai tahun 2024, saya kira ekspor kita tahun lalu 232 miliar US Dolar, itu mudah kita dapat dekat 400 miliar dolar AS. Jadi artinya apa, ekonomi kita sangat baik," tegas Luhut.

Dikatakan, besaran investasi yang ditanamkan CATL di Indonesia, yakni sebesar Rp86 triliun. Sementara LG, berinvestasi sebesar Rp142 triliun.

Selain 2 perusahaan itu, beberapa perusahaan baterai mobil listrik lainnya, seperti Foxconn dan Tesla juga sedang dalam proses penjajakan untuk membangun fasilitas produksi baterai mobil listrik di Indonesia.