Memang Jokowi tak tahu apa-apa soal pemerintahan. Dan dia tidak menelusuri siapa yang dia angkat, tak ada considering atau pertimbangan studi kelayakan dan kepatutan

Direktur Political and Poblic Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai, figur-figur yang ditunjuk Presiden Jokowi dalam reshuffle sejumlah pos menteri dan wakil menteri (wamen) di Kabinet Indonesia Maju tak memiliki keahlian di bidang yang dijabatnya.

Ia pun kemudian menyebutkan jabatan Wamen Agraria dan Tata Ruang atau Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Wamendagri.

"Raja Juli pun mengakui dia tak menguasai pertanahan dan agraria. Dan reshuffle Wamen Wempi Watipo dari PUPR ke Wamen Dalam Negeri sangat tak masuk akal, bidangnya sangat jauh," ujar Jerry seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/6).

Doktor jebolan American Global University ini melihat, Jokowi terkesan hanya menyetujui figur yang disodorkan oleh partai politik (parpol) untuk mengisi suatu jabatan di Kebinet Indonesia Maju, padahal figur tesebut tidak memiliki keahlian alias non-skill.

"Memang Jokowi tak tahu apa-apa soal pemerintahan. Dan dia tidak menelusuri siapa yang dia angkat, tak ada considering atau pertimbangan studi kelayakan dan kepatutan," tuturnya.

Jerry membandingkan pemerintahan Jokowi dengan pemerintahan era Presiden kedua RI Soeharto yang berhasil menjaga stabilitas ekonomi sebelum dimakzulkan pada 1998.

"Bayangkan, sekarang ada 24 jabatan wamen di kabinet Jokowi, hampir semua sudah diisi. Di era Soeharto tak ada wamen, hanya ada menteri muda tapi unggul jauh dari kabinet Jokowi dari segi ekonomi," tandasnya.