Jumlah korban bisa terus bertambah. Orang-orang terus menggali kubur usai menguburkan korban

Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 di sekitar 44 kilometer sebelah tenggara Kota Khost, Afghanistan pada Rabu pagi, mencapai 950 orang.

Di antara korban tewas juga berasal dari Provinsi Nangarhar dan Kota Khost. Pejabat Taliban mengatakan korban akan terus bertambah.

"Jumlah korban bisa terus bertambah. Orang-orang terus menggali kubur usai menguburkan korban," ujar kepala Departemen Informasi dan Budaya di Paktika versi Taliban, Mohammad Amin Huzaifa seperti dikutip AFP.

Selain korban jiwa, guncangan juga menyebabkan sejumlah bangunan roboh. Foto-foto dan video terkait gempa itu beredar luas di media sosial.

Beberapa rekaman menunjukkan penduduk tengah mengangkat korban ke helikopter militer.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa bumi berada sekitar 44 kilometer dari Khorst, kota dekat perbatasan Pakistan, dan memiliki kedalaman 51 kilometer. Getaran gempa juga terasa sejauh 500 kilometer di Afghanistan, Pakistan, dan India

Gempa bumi bukan pertama kali terjadi di Afghanistan. Pada Januari lalu, puluhan orang tewas dan terluka usai dua gempa melanda provinsi barat Badgis.

Negara Asia Selatan itu kerap dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush yang berada di antara persimpangan lempeng tektonik Eurasia dan India.