"Selama 19 tahun diam saja karena saya berpegangan pada cinta kasih," ujar Tamara

Tamara Bleszynski melaporkan pengurus Hotel Bukit Indah, Puncak, Bogor, Jawa Barat, ke kepolisian. Hotel tersebut merupakan hotel miliknya yang diwariskan oleh ayahnya, dimana Ia memiliki 20% saham atas hotel itu. Tamara Bleszynski menduga adanya penggelapan dana oleh pihak pengurus hotel.

"Selama 19 tahun diam saja karena saya berpegangan pada cinta kasih saya merasa orang pasti akan berubah jadi baik, atau ada itikad baik. Saya sudah cukup sekali bersabar, selama 19 tahun," ujar Tamara Bleszynski, saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, pada hari Rabu (22/06/2022).

Rupanya, semenjak hotel tersebut diwariskan padanya, Tamara Bleszynski tidak pernah mendapatkan haknya sebagai pemilik, dan Ia  juga tidak pernah dilibatkan dalam berbagai hal yang menyangkut keputusan management hotel dan diundang dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Berawal pada tahun 2020, dimana pihak pengurus hotel mendatangi kediaman Tamara Bleszynski di Bali, untuk memintanya menandatangani surat-surat untuk menjadikan sertifikat hotel tersebut sebagai jaminan pinjaman.

"Pengurus perusahan yang datang ke Bali, mengatakan bahwa harus menandatangani surat utang dengan jaminan hotel. Itu menurut saya sudah sangat keterlaluan, sangat tidak manusiawi. Untuk itu saya sebenarnya ingin menyelesaikan masalah ini baik-baik tapi saya sudah tidak ada apa-apa lagi. saya berusaha yang terbaik malah diginiin terus," beber Tamara Bleszynski.

Di sisi lain, Djohansyah, kuasa hukum Tamara Bleszynski, menyebut kliennya merasa janggal dan menduga adanya penggelapan, karena nilai surat utang tersebut lebih rendah dibanding nilai hotelnya sendiri, yang digunakan sebagai jaminan.

"Kenapa surat utang dengan jaminan sertifikat hotel yang nilainya berkali-kali lipat dengan pinjaman. Berdasarkan dari situ Tamara membuat pemikiran untuk membentuk tim hukum," ungkap Djohansyah dalam kesempatan yang sama.

Menurut Djohansyah, ada tiga pengurus hotel yang dilaporkan. Namun pihaknya belum bisa  mengungkapkan ke publik, siapa tiga orang pengurus hotel yang dilaporkan tersebut.

"Kalau memang keluarga, harusnya menjaga Tamara. Yang kita laporkan adalah pengurus. Kita tidak sebut nama nanti biarkan proses hukum," tutup Djohansyah.