Pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan 1 Tahun 2022 lebih baik dibandingkan dengan banyak negara dunia dan tingkat pengangguran berkurang dari bulan Februari 2021 6,26% menjadi 5,83% pada Februari 2022

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan dan arahan pada Musyawarah Nasional Khusus KADIN Tahun 2022 secara virtual pada Kamis (23-06-2022). Musyawarah Nasional Khusus Kadin tahun ini mengusung tema Konsolidasi Organisasi yang Inklusif dan Kolaboratif dalam Meningkatkan Kinerja KADIN.

Dalam sambutannya, Menko Luhut mengatakan bahwa Munas ini sangat penting untuk menyatukan langkah kinerja Kadin agar menjadi lebih kuat. KADIN sebagai partner kerja dari pemerintah diharapkan tetap solid untuk membantu kinerja pemerintah, terutama dalam proses pemulihan dan transformasi ekonomi pascapandemi di Indonesia.

Indonesia memiliki visi menjadi negara maju pada tahun 2045. Untuk mewujudkan itu kita harus mampu memulihkan ekonomi pascapandemi dan melakukan transformasi ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mendekati atau lebih dari 6%.

“Saat ini situasi pandemi di Indonesia masih terkendali, namun kita masih harus tetap waspada terhadap subvarian baru omicron BA.4 dan BA.5 dengan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Menko Luhut.

Pada kesempatan ini Menko Luhut menyampaikan paparannya bahwa di tengah tekanan ekonomi dunia, kinerja ekonomi Indonesia termasuk terbaik di dunia. Hal ini dapat dilihat salah satunya dari tingkat inflasi kita saat ini masih rendah dan stabil yaitu di posisi 3%, kita juga berusaha menjaga inflasi sampai akhir tahun di bawah 5%.

Menko Luhut mengatakan bahwa pascapandemi, pemulihan ekonomi berjalan cepat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan 1 Tahun 2022 lebih baik dibandingkan dengan banyak negara dunia dan tingkat pengangguran berkurang dari bulan Februari 2021 6,26% menjadi 5,83% pada Februari 2022. Pertumbuhan ekspor kita juga salah satu yang tertinggi di dunia, jelasnya.

Indonesia saat ini sedang melakukan transformasi ekonomi, kita tidak lagi mengandalkan komoditi ekspor mentah tetapi sudah masuk pada turunannya. “Jika sebelumnya kita ekspor nickel ore, saat ini kita sudah mulai melakukan ekspor besi dan baja, di masa depan kita merambah baterai lithium dan mobil listrik, hal ini membuat ekonomi kita menjadi lebih bagus, saat ini kita mencapai rekor ekspor tertinggi yaitu dengan peningkatan 70% yang merupakan kontribusi dari hilirisasi besi dan baja,” jelas Menko Luhut.

Menko Luhut mengharapkan KADIN dapat mengambil peran dalam potensi pengembangan industri hilirisasi Indonesia ke depannya. Saat ini pembangunan di Indonesia telah lebih merata dengan munculnya industri-industri baru di wilayah timur Indonesia. Terkait munculnya industri baru ini Menko Luhut mengingatkan agar tetap memperhatikan permasalah lingkungan.

“Jangan sampai permasalahan lingkungan mencederai generasi yang akan datang dari masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Peningkatan efisiensi melalui digitalisasi juga menjadi fokus kinerja pemerintah saat ini. Belanja pemerintah diarahkan melalui e-katalog, membeli produk dalam negeri, sehingga dapat meningkatkan UMKM lokal. Selain itu, dengan adanya Simbara, peningkatan efisensi pelabuhan melalui integrasi pelabuhan dan penerapan ekosistem logistik nasional dan investasi data center dan kabel bawah laut untuk mendukung ekonomi digital juga diharapkan dapat menekan korupsi serta biaya, sehingga dapat menaikkan penerimaan negara dan meningkatkan industri.

Dalam mengatasi pandemi Covid-19, Indonesia telah menunjukkan bahwa kita dapat menyelesaikan masalah yang paling kompleks selama kita bekerja sama dan menggunakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan data sebagai dasar kebijakan.

“Selama 8 tahun terakhir, Indonesia telah mentransformasi ekonomi menjadi lebih efisien, lebih maju, dan tidak terlalu bergantung pada komoditas. Hal ini dicapai melalui hilirisasi industri, peningkatan efisiensi melalui digitalisasi dan transformasi pedesaan,” imbuh Menko Luhut.

Guna mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju dan pusat peradaban kemaritiman pada tahun 2045, kita harus kompak dan bersatu memfokuskan pemikiran dan upaya untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

“Peran swasta dan industri melalui KADIN akan sangat besar. Untuk itu, saya berharap KADIN dapat semakin profesional, turut membantu proses pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia, demi terwujudnya Indonesia Maju,” pungkas Menko Luhut menutup sambutannya.