Saat mampir ke SPBU untuk mengisi BBM, sebaiknya waspada. Jangan-jangan alat ukurnya sudah 'ditukangi' alias disetel. Tujuannya ya pemilik SPBU cari untung gede.

Praktik SPBU nakal bukan isapan jempol. Namun nyata adanya. Pihak PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Subholding Regional Jawa Bagian Barat, menemukan sebuah SPBU 3442117 Gorda di Kibin, Kabupaten Serang, Banten telah melakukan kecurangan.

Atas perbuatan ini, Pertamina memberikan sanksi berupa penutupan SPBU selama 6 bulan.

Sejatinya, kasus yang merugikan konsumen ini, dibongkar aparat Polda Banten. Para pembeli BBM mulai Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite dan Solar harus menanggung kerugian.

Menurut Eko Kristiawan, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Pertamina tidak mentolerir jika ada oknum SPBU yang melakukan tindakan kecurangan pengisian BBM, seperti mengatur takaran dengan alat modif remote control yang sangat merugikan masyarakat.

Dia mengatakan, langkah jajaran Kepolisian Banten menindak oknum pelaku kecurangan ini telah tepat dan Pertamina Patra Niaga mendukung sepenuhnya upaya kepolisian dalam mengawal dan mengawasi jalannya pendistribusian BBM bersubsidi ini.

"Kami mengapresiasi serta mendukung penuh tim Polda Banten yang telah melakukan penindakan terhadap kejadian ini, sehingga BBM khususnya Subsidi bisa tersalurkan dengan baik dan semestinya kepada masyarakat yang berhak," kata Eko, dikutip Kamis (23/6/2022).

Sementara SPBU terdekat dari SPBU 3442117 Gorda Kibin adalah SPBU 3442120 yang berjarak sekitar 4.5 km dan SPBU 3442102 yang berjarak sekitar 5 km.

"Pertamina senantiasa mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi penyaluran distribusi BBM bersubsidi, serta apabila menemukan indikasi kecurangan dapat melaporkan kepada aparat kepolisian maupun Pertamina Call Center 135," imbuh Eko

Praktik 'maling' BBM ini, sudah dijalankan sejak 2006. Di mana, setiap 10 liter BBM, takarannya akan dikurangi antara 0,5 liter sampai 1 liter.

Mau tahu keuntungan per hari? Lumayanlah, sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta. Polda Banten memperkirakan keuntungan selama 6 tahun mencapai Rp7 miliar.

Modus kecurangan bermula dari manajer SPBU, berinisial BP, menghubungi pemilik pom bensin dan mengatakan bahwa dia memiliki tenaga ahli yang bisa mengatur mesin dispenser BBM. 

Tentu saja maksudnya takaran dikurangi. Keinginan itu lantas kemudian disetujui oleh FT sebagai pemilik. Karena telah disetujui, BP lalu memanggil orang yang ahli mesin dan komputerisasi untuk mengubah mesin dispenser. Rupanya, pada mesin tersebut dipasang peralatan pengubah takaran BBM.

"Alat dibuat khusus oleh tim mereka sendiri. Yang mengetahui ini (takaran berubah) hanya sampai pengawas," kata Kasubdit 1 Indag Dirkrimsus Polda Banten, Kompol Condro Sasongko, dikutip dari Liputan6.com, Rabu (22/6/2022).

Sepintas, mata awam tidak akan menemukan kejanggalan bawah mesin asli dispenser yang telah terpasang alat pengatur takaran BBM.

Remote control pengaturnya dipegang oleh pengawas SPBU secara bergantian, sesuai jam kerja mereka.

Apabila pengawas datang untuk melakukan tera ulang, maka mesin akan disetting normal. Namun, ketika konsumen yang membeli bensin, maka pengawas akan mengatur ulang remote control dan takaran BBM akan berkurang setiap 10 liternya.

"Remote control untuk menghidupkan dan mematikan jika ada pengawasan dan institusi pemerintah," jelas Condro.