Pengoperasian ini juga bertujuan untuk memulihkan perekonomian Sumatera Barat melalui sektor pariwisata

Empat perusahaan BUMN yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Bio Farma (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkolaborasi dalam rangka mengoperasikan kembali kereta api lintas Sawahlunto-Muoro Kalaban, Sumatera Barat.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sponsorship oleh Direktur Niaga KAI Hadis Surya Palapa, Direktur Hubungan Kelembagaan Bio Farma Sri Harsi Teteki, Direktur SDM, Tata Kelola dan Manajemen Risiko Pupuk Indonesia Tina T Kemala Intan, dan Direktur Bisnis dan Pemasaran SIG Aulia Mulki Oemar.

Penandatangan tersebut disaksikan oleh Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto, dan Direktur Utama SIG Donny Arsal.



Direktur utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, total investasi yang digelontorkan dalam pengoperasian kereta ini memakan dana kurang lebih Rp19 miliar.

"Biaya plus pajak kurang lebih Rp19 miliar dan masing-masing BUMN nantinya akan membantu kurang lebih Rp6 miliar sekian," ujarnya usai penandatangan kerja sama di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/06).

Lebih lanjut Didiek menjelaskan, karena kerjasama ini dalam bentuk sponshorship nantinya masing-masing BUMN akan mendapatkan benefit yang diberikan KAI dalam bentuk branding, niming right, baik branding di stasiunnya hingga branding di keretanya. "Sesuai yang kita sepakati ini berlaku selama 4 tahun," ungkap Didiek.

Selain itu Didiek juga mengatakan, pengoperasian kembali jalur dan kereta api wisata tersebut merupakan dorongan dari Kementerian BUMN sebagai salah satu upaya BUMN untuk mendukung percepatan pemulihan perekonomian Sumatera Barat di sektor pariwisata.

"Ini juga program dari pemerintah Kota Sawahlunto untuk mendukung Situs Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang ditetapkan sebagai warisan dunia oleh Unesco sejak 6 Juli 2019," katanya.

"Pengoperasian ini juga bertujuan untuk memulihkan perekonomian Sumatera Barat melalui sektor pariwisata di lokasi yang penuh sejarah," sambung dia.

Oleh sebab itu, lanjut dia, dengan dukungan perusahaan BUMN lainnya dalam kolaborasi tersebut, KAI akan melakukan perbaikan prasarana berupa perbaikan rel, jembatan, terowongan serta prasarana pendukung lainnya.

Dia menambahkan jalur Sawahlunto-Muaro Kalaban ini ditargetkan dapat dioperasikan pada Januari 2023. "Kira-kira 6 bulan prosesnya. Kalau Juli mulai, akhir Desember 2022 sudah selesai dan bisa dipakai yah Januari 2023," ungkapnya.



Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Donny Arsal mengatakan, pihaknya mendukung pengoperasian kembali kereta api lintas Sawahlunto-Muoro Kalaban, sebagai upaya mendorong sektor pwriwisata di Sumatera Barat.

Sinergi kolaborasi antar BUMN ini kata dia, diharapkan bisa memberikan nilai tambah untuk mendukung pariwisata di Sumatera Barat.

"Semoga dengan diaktifkannya kembali jalur tersebut dapat memberi pilihan destinasi wisata dan edukasi baru yang dapat menopang kebangkitan ekonomi, menciptakan peluang usaha dan juga mampu membuka lapangan kerja," kata Dony Arsal.

Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto mengatakan, BUMN memiliki dua peran yaitu Creating Value dan Agent of Development. Kerja sama keempat BUMN tersebut adalah perwujudan dari peran Agent of Development.

"Kerja sama ini merupakan salah satu core value BUMN yaitu Kolaboratif, wujud dari apa yang terus didengungkan oleh Pak Menteri. Karena kita tidak hanya mencari keuntungan tetapi membantu daerah, khususnya daerah Sumatra Barat dalam mengembalikan beroperasinya kereta api," kata Susyanto.

Adapun lintas jalur sepanjang 4 kilometer tersebut nantinya akan melayani Kereta Wisata yang ditarik oleh Lokomotif Uap E1060 atau lebih dikenal dengan sebutan Mak Itam.

Saat ini, KAI sendiri sedang melakukan perbaikan Lokomotif Uap bergerigi seri E1060 atau Mak Itam buatan Jerman tahun 1965. Jalur Sawahlunto-Muaro Kalaban ditargetkan dapat dioperasikan kembali pada Januari 2023.

Sebagai informasi, jalur Sawahlunto – Muaro Kalaban pertama kali dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Negara Sumatra Staats Spoorwegen (SSS) dan dioperasikan sejak 1894.

Alasan utama pembangunan awal kereta api di Sumatera Barat adalah sebagai sarana pengangkutan batu bara di Ombilin, Sawahlunto. Namun, akhir tahun 2000 produksi batu bara di Sawahlunto semakin berkurang dan secara otomatis aktivitas kereta api di jalur ini pun berhenti.

Jalur tersebut sempat digunakan untuk perjalanan KA Wisata Mak Itam pada tahun 2009 dan berhenti total pada tahun 2014.  Mak Itam kemudian dipajang di Museum Kereta Api Sawahlunto.