Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai, apa yang dilakukan Erick Thohir dan Jaksa Agung tersebut menjadi nilai positif untuk penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Juga menjadi bagian dari upaya membersihkan dan menyehatkan BUMN dan praktik korupsi


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir tampaknya tidak main-main. Kali ini dia menjalin kolaborasi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk membersihkan tubuh BUMN dari korupsi. 

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai, apa yang dilakukan Erick Thohir dan Jaksa Agung tersebut menjadi nilai positif untuk penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Juga menjadi bagian dari upaya membersihkan dan menyehatkan BUMN dan praktik korupsi. 

"(Duet Erick Thohir dan Jaksa Agung) merupakan kolaborasi yang baik, bagian dari upaya menyehatkan dan membersihkan BUMN dari praktik korupsi, praktik yang merugikan keuangan negara,” ujar Suparji Ahmad di Jakarta, Senin (27/06/2022). 

Suparji Ahmad berpendapat, apa yang dilakukan Erick Thohir harus dijadikan teladan oleh pemimpin kementerian dan lembaga lainnya. Dia menilai sinergi tersebut mampu menutup celah praktik-praktik rasuah di pemerintahan.

“Ini (langkah Erick Thohir) merupakan potret yang harus ditiru kementerian lain. Kolaborasi dan sinergi agar semuanya tuntas. Jadi tidak terulang lagi praktik-praktik yang merugikan keuangan negara,” tegasnya. 

Selain itu, Suparji Ahmad mengapresiasi langkah cepat Kejaksaan Agung dalam merespons laporan Erick Thohir. Diketahui, Erick Thohir memberikan laporan hasil investigasi sejumlah perusahaan pelat merah ke Kejaksaan Agung pada Januari lalu. 

Selain kasus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia, Kejaksaan Agung juga melakukan penyidikan terhadap sejumlah perusahaan pelat merah lain, seperti PT Krakatau Steel dan PT Waskita Beton Precast. 

“Langkah Kejaksaan Agung merespons hasil investigasi turut membantu Erick Thohir melakukan bersih-bersih di BUMN. Ini bukti ketika ada laporan investigasi, lalu ditindaklanjuti. Ini bagian dari tindak lanjut yang positif,” ujarnya. 

Dia menambahkan, komitmen Kejaksaan Agung mengusut setiap laporan seharusnya ditiru lembaga penegak hukum lain. 

“Ini hendaknya sudah dilakukan oleh semua jajaran penegak hukum, ketika ada laporan investigasi ditindaklanjuti secara transparan, akuntabel, dan prediktabel. Pasti ada kemanfaatannya dan kejelasan kasusnya,” pungkasnya.